IHSG Konsolidasi, Cek Rekomendasi Saham JSMR, AUTO, dan BREN Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi, dengan perkiraan bergerak di range 7.235-7.350 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Jasa Marga (JSMR), Astra Otoparts (AUTO), Barito Renewables Energy (BREN), Hermina (HEAL), dan Trans Power Marine (TPMA).
“Pada perdagangan Jumat, 19 Juli 2024, IHSG di tutup melemah sebesar 0,36% ke level 7.294. Pelemahan ini sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa regional Asia,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 1.404.000 per Gram, Ini Rinciannya
Pelemahan itu sejalan dengan yang terjadi di bursa regional Asia. Di Asia, pelaku pasar merespons negatif hasil “Third Plenum” yang diadakan oleh Partai Komunis Tiongkok. Pasalnya, para pejabat Tiongkok tidak memberikan tambahan stimulus dan langkah konkrit untuk mendukung tujuan ekonomi yang diharapkan.
Pada Jumat lalu, investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 86,17 miliar di seluruh pasar. Dengan demikian, akumulasi net buy asing dalam sepekan mencapai Rp 1,90 triliun. "Net buy terbesar hari Jumat terjadi pada BBRI senilai Rp 117,86 miliar dan BBCA Rp 101,49 miliar," ungkapnya.
Secara sektoral, mayoritas sektor melemah kecuali sektor kesehatan yang menguat 0,72%. "Pasar domestik menantikan data investasi riil oleh BKPM. Kondisi ini diyakini memengaruhi pandangan pasar terhadap outlook ekonomi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden di Oktober 2024," paparnya.
Global IT Blackout
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia, Jumat lalu waktu setempat. Bursa global saham global kompak melemah setelah 'Global IT Blackout'. "Indeks-indeks saham global, di Amerika Serikat dan Eropa, melemah pada perdagangan Jumat (19/7/2024). Pelemahan tersebut disebabkan oleh koreksi signifikan pada saham-saham teknologi global, setelah 'IT blackout' yang sempat menghentikan operasional usaha dan layanan pemerintahan di berbagai negara," ujarnya.
Baca Juga
Harapan Baru Gencatan Senjata di Gaza, Harga Minyak Terpangkas Lebih dari US$2
Hingga saat ini, pelaku pasar masih menghitung dampak kerugian akibat gangguan sistem teknologi tersebut. Selain itu, lanjut Cheril, pelemahan indeks-indeks utama AS juga disebabkan oleh rotasi portofolio ke saham-saham berkapitalisasi kecil yang diuntungkan dari pemangkasan suku bunga The Fed.
"Indeks RUT (Russell 2000) mencatatkan koreksi lebih rendah dibandingkan indeks utama lain bursa AS," paparnya.

