Pengendalian Biaya dan Divestasi Saham, Begini Prospek INCO
JAKARTA, investortrust.id – NH Korindo Sekuritas Indonesia merekomendasikan overweight saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp 5.000. Target tersebut memnbuka peluang penguatan lebih lanjut, karena harga saham INCO ditutup pada harga Rp 4.360 pada perdagangan terakhir pekan ini.
Target harga tersebut mencerminkan rasio PE sebanyak 12,25 kali, dibandingkan dengan harga perdagangan saat ini baru mencerminkan PE sekitar 11 kali. Target harga tersebut juga merefleksikan proyeksi kenaikan laba tahun ini menjadi US$ 414 juta.
Baca Juga
Matt Cherevaty Mundur, Begini Susunan Direksi Vale Indonesia (INCO) Terkini
Analis NHK Sekuritas Axell Ebenhaezer mengatakan, INCO layak diberikan pandangan positif didukung keberhasilan perseroan melaporkan kenaikan pendapatan sebanyak 10,9% dari Rp 12,8 triliun menjadi Rp 14,2 triliun. Laba bersih juga melesat dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 3,3 triliun atau mencerminkan margin laba bersih 23,6%.
Pertumbuhan kinerja didukung pertumbuhan produksi nikel dalam matte sekitar 17,6% dari 43.907 ton menjadi 51.644 ton sampai September 2023. Perseroan juga tetap optimistis untuk mencapai target produksi sepanjang tahun ini sebanyak 70 ribu ton.
Rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya strategi pengendalian biaya yang telah membuahkan hasil sampai saat ini. Di antaranya, pengalihan sumber energi utama ke batu bara dan perseroan terus berupaya menekan penggunaan energi per ton nikel dengan kalori berbeda secara optimal.
Dampak positif pengendalian biaya terlihat dari kenaikan beban pokok pendapatan perseroan hanya 6% sampai September atau jauh di bawah pertumbuhan pendapatan.
Baca Juga
Divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Masih Tahap Negosiasi, Menteri ESDM Minta Harga Murah
Terkait divestasi saham, menurut dia, bakal menjadikan MIND ID sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 34% atau penambahan 14% saham. Sedangkan Vale Base Metals Ltd menguasai 33,9% dan Sumitomo Metal Mining Co sebanyak 11,5%.
Divestasi ini sangat dibutuhkan untuk memungkinkan INCO mendapatkan perpanjangan konsessi dan perizinan perusahaan. Sedangkan harga divestasi saham tersebut tengah dinegosiasikan dengan target tuntas dalam dua bulan ke depan.

