Unilever (UNVR) kembali Terjerembab, Laba di Bawah Ekspektasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali mencatatkan penurunan laba sebanyak 10,61% dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 2,46 triliun. Penurunan tersebut di bawah ekspektasi dengan pertumbuhan tipis.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut sejalan dengan penurunan penjualan dari Rp 20,29 triliun menjadi Rp 19,04 triliun.
Baca Juga
Unilever (UNVR) masih Terjebak Kompetisi Sengit, Potensi Kebangkitan Sahamnya belum Tampak
Penurunan tersebut memicu pelemahan laba bruto perseroan dari Rp 10,11 triliun menjadi Rp 9,46 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 3,19 triliun. Penurunan tersebut menjadikan total laba per saham turun dari Rp 72 menjadi Rp 65 per saham.
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania telah memprediksi bahwa UNVR belum bisa bangkit tahun ini, meskipun manajemen menerapkan strategi percepatan pertumbuhan. Hanya saja kinerja perseroan tahun ini diprediksi masih bisa tumbuh tipis.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Lego Aset Mesin Produksi Es Krim Rp 57 Miliar
Dia mengatakan, perseroan sebelumnya telah menerapkan strategi peluncuran produk pasar tier 2 dan revisi harga jual untuk mendongkrak pangsa pasar. “Sejumlah strategi tersebut tak tampak berarti bagi pertumbuhan penjualan perseroan. Di tengah kompetisi pasar yang ketat, UNVR kesulitan untuk kembali merengguh pangsa pasar,” tulisnya dalam riset.
Berbagai factor tersebut mendorong sekuritas ini mempertahankan rekomendaso hold saham UNVR dengan target harga Rp 2.900. Target tersebut juga mempertimbangkan besarnya kas internal dan neraca keuangan yang kuat.
Grafik Saham UNVR
