Laba Unilever (UNVR) Melorot 9% Jadi Rp 4,19 Triliun di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp 4,19 triliun di kuartal III-2023, angka ini menunjukan penurunan 9,11% secara tahunan atau year on year (YoY). Pada periode yang sama tahun 2022, Perseroan mencatat laba bersih Rp 4,61 triliun.
Penurunan laba bersih dari raksasa consumers goods tersebut sejalan dengan perolehan penjualan yang turun 3,29% YoY menjadi Rp 30,50 triliun per kuartal III-2023, dibanding posisi Rp 31,54 triliun di periode yang sama tahun 2022.
Penurunan penjualan terjadi pada seluruh segmen, terdiri dari segmen home care sebesar 4,39% year-on-year (YoY) menjadi Rp19,92 triliun. Sedangkan segmen makanan dan minuman turun tipis 1,11% YoY menjadi penjualan Rp10,58 triliun.
Baca Juga
Kredit Melonjak, Laba Bersih Bank Oke (DNAR) Terbang 2 Kali Lipat
Perseroan berhasil menekan harga pokok penjualan dari Rp 16,59 triliun menjadi Rp 15,23 triliun, alhasil Perseroan membukukan laba kotor Rp 15,27 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 14,94 triliun.
Sementara laba usaha mengalami penurunan menjadi Rp 5,45 triliun dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 6,02 triliun.
Penurunan laba bersih membuat laba per saham juga turun menjadi Rp 110, bandingkan dengan posisi periode yang sama tahun 2022 Rp 121.
Baca Juga
Bank MNC (BABP) Rights Issue, Pengendali Tak Akan Eksekusi Haknya
Selama kuartal III-2023, UNVR mencatat total aset sebesar Rp18,92 triliun, meningkat dibanding periode Desember 2022 yang tercatat Rp 18,31 triliun.
Jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp13,54 triliun, turun dari posisi akhir 2022 yang tercatat Rp 14,32 triliun. Adapun jumlah ekuitas Rp5,38 triliun, naik signifikan dibanding posisi Desember 2022 yang tercatat Rp 3,99 triliun.
Perseroan memiliki arus kas yang kuat dengan menggegam kas setara kas Rp1,71 triliun di kuartal III-2023, tumbuh signifikan dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp1,13 triliun.

