Triputra Agro (TAPG) Raih Dividen Anak Usaha Rp 870 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menerima dividen dari ventura bersama PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) senilai Rp 870 miliar. Dividen tersebut resmi masuk kantong perseroa sejak 17 Juli 2024.
Corsec TAPG Joni Tjeng mengatakan, Union Sampoerna merupakan entitask anak usaha TAPG dengan kepemilikan sebanyak 50% saham. “Tidak berdampak material atas penerimaan divine dari PT Union Samponer dan entitas anak usahanya,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Sebelumnya, Triputra Agro (TAPG) dengan Aisin Takaoka Co., Ltd, bagian dari Aisin Corporation yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation resmi menjalin kerja sama.
Baca Juga
Cum Date 14 Mei, Triputra Agro (TAPG) Tebar Dividen Tunai Rp 1,8 Triliun
Kerja sama dilakukan dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture company) yang memproduksi biokokas (bio-molded coal) berbasis cangkang sawit di Indonesia. Kolaborasi ini menandai komitmen kedua perusahaan untuk mengembangkan energi hijau dalam rangka mewujudkan karbon netral.
Pengembangan biokokas ini merupakan teknologi baru dengan tujuan sebagai alternatif bahan bakar industri pengecoran baja (foundry) yang selama ini sangat bergantung pada batu bara kokas (coking coal).
“Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan Aisin Takaoka yang merupakan salah satu pemimpin industri foundry global. Kerja sama ini selaras dengan komitmen keberlanjutan Triputra Agro Persada dengan target menjadi perusahaan netral karbon pada 2036,” paparnya.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Target Saham Triputra Agro (TAPG) Ini Tetap Menarik
Disampaikan, melalui New Journey of TAPG Sustainability, Triputra Agro Persada telah melakukan sejumlah inisiatif keberlanjutan guna mewujudkan komitmen menjadi perusahaan netral karbon sesuai dengan misi Triputra Agro Persada untuk menjadi Green Plantation for Better Quality of Life.
Pada 2023 perseroan juga telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berbasis limbah cair sawit untuk memasok kebutuhan listrik kernel crushing plant (KCP) sebagai aksi pengurangan emisi dari limbah sekaligus pemanfaatan energi baru terbarukan. Perseroan juga secara konsisten meningkatkan cakupan areal stok karbon tinggi (SKT), dan nilai konservasi tinggi (NKT).
Grafik Saham TAPG

