Triputra Agro (TAPG) Bagikan Dividen Setara dengan 108% Laba, Ini Penjelasan Manajemen
JAKARTA, investortrust.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2023 sebesar Rp 1,8 triliun atau setara dengan Rp 91 per saham.
Total dividen yang dibagikan lebih besar dari raihan laba bersih perseroan tahun 2023 senilai Rp 1,66 triliun.Dengan begitu dividend payout ratio (DPR) TAPG melebihi 100% laba bersih tahun lalu. Dividen pun berasal dari laba bersih 2023 ditambah Rp 145,32 miliar saldo laba yang belum dicadangkan untuk tahun buku 2023.
Baca Juga
Laba Bersih Triputra Agro (TAPG) Tumbuh 25% Menjadi Rp 383,55 Miliar
“Kami melihat mempertimbangkan penurunan struktur pinjaman, sehingga kami menilai sudah saatnya kami beri apresiasi kepada pemegang saham,” ujar Corporate Secretary Triputra Agro Persada Joni Tjeng di JW Marriot Kuningan Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Pergerakan Saham TAPG Ytd
Porsi pembagian dividen dari kinerja keuangan 2023 tersebut, naik sekitar 138% dibandingkan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 754,39 miliar atau Rp 38 per saham, setara DPR 25%. Padahal, laba bersih TAPG sepanjang 2022 melesat 158% (yoy) menjadi Rp 3,08 triliun.
Sedangkan tahun lalu, emiten perkebunan ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 46,21% (yoy). Berdasarkan laporan keuangan 2023, penurunan laba perseroan sejalan dengan perolehan pendapatan yang tercatat turun 10,91% (yoy) menjadi Rp 8,32 triliun pada 2023 dari Rp 9,34 triliun pada 2022.
Baca Juga
Sementara, beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi Rp 6,1 triliun tahun lalu dari Rp 5,62 triliun pada 2022. Alhasil laba kotor yang dibukukan merosot jadi Rp 2,21 triliun pada 2023 dari Rp 3,71 triliun tahun sebelumnya.
Adapun posisi EBITDA tercatat sebesar Rp 1,94 triliun, turun sebesar 37,14% (yoy) dibanding Rp 3,08 triliun pada tahun buku 2022. Penurunan laba bersih berdampak pada turunnya laba per saham perseroan menjadi Rp 81 per saham per 31 desember 2023 dari Rp 150 per saham pada 31 Desember 2022.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Target Saham Triputra Agro (TAPG) Ini Tetap Menarik
Sementara dari sisi neraca total aset TAPG mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 13,86 triliun per 31 Desember 2023 dari posisi Rp 14,52 triliun per 31 Desember 2022.
Kendati begitu perseroan berhasil menurunkan angka liabilitas menjadi Rp 2,52 triliun per Desember 2023 dari Rp 4,11 triliun pada periode yang sama tahun 2022. Sedangkan total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 11,33 triliun dari sebelumnya Rp 10,41 triliun pada 2022.

