Triputra Agro (TAPG) Tetap Royal Bagi Dividen Meski Laba Turun pada 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dikabarkan akan membagikan dividen tunai senilai total Rp 1,8 triliun atau Rp 91 per saham bila dibagi untuk 19,85 miliar saham.
Sepanjang tahun lalu, emiten perkebunan kelapa sawit milik Grup Triputra tersebut mencatat laba bersih Rp 1,66 triliun, turun 46,21% secara year on year (yoy) dibandingkan 2022 yang sebesar Rp 3,08 triliun.
Jumlah dividen dimaksud, diketahui dari paparan presentasi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TAPG pada Kamis (2/5/2024).
Dalam foto paparan RUPST yang beredar di grup pesan singkat para investor, nilai Rp 1,8 triliun berasal dari laba bersih 2023, sekaligus saldo laba yang belum dicadangkan untuk tahun buku 2023.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Target Saham Triputra Agro (TAPG) Ini Tetap Menarik
“Disamping itu, terhadap saldo laba yang belum dicadangkan untuk tahun buku 2023, sebesar Rp 5,75 triliun sebagian dari saldo laba tersebut yakni sebesar Rp 145,32 miliar oleh perseroan akan ditambahkan untuk dividen,” tertulis dalam presentasi dimaksud.
Berdasarkan laporan keuangan 2023, penurunan laba perseroan sejalan dengan perolehan pendapatan yang tercatat turun sebesar 10,91% (yoy) menjadi Rp 8,32 triliun pada 2023 dari Rp 9,34 triliun pada 2022.
Sementara, beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi Rp 6,1 triliun tahun 2023 dari Rp 5,62 triliun pada 2022. Alhasil laba kotor yang dibukukan merosot jadi Rp 2,21 triliun tahun lalu dari Rp 3,71 triliun pada 2022.
Adapun posisi EBITDA tercatat sebesar Rp 1,94 triliun, turun sebesar 37,14% (yoy) dibanding Rp 3,08 triliun pada tahun buku 2022.
Baca Juga
Kuartal I-2024, WIR Asia (WIRG) Catat Kenaikan Laba Bersih Hampir 70%
Penurunan laba bersih berdampak pada turunnya laba per saham perseroan menjadi Rp 81 per saham per 31 desember 2023 dari Rp 150 per saham pada 31 Desember 2022.
Sementara dari sisi neraca total aset TAPG mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 13,86 triliun per 31 Desember 2023 dari posisi Rp 14,52 triliun per 31 Desember 2022.
Kendati begitu Perseroan berhasil menurunkan angka liabilitas menjadi Rp 2,52 triliun per Desember 2023 dari Rp 4,11 triliun pada periode yang sama tahun 2022. Sedangkan total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 11,33 triliun dari sebelumnya Rp 10,41 triliun pada tahun 2022.
Dalam sebuah kesempatan, Manajemen TAPG menyebut perolehan kinerja tahun 2023 dipengaruhi oleh kenaikan harga pupuk. Kondisi ini membuat peningkatan terhadap biaya produksi Perseroan yang pada akhirnya menggerus EBITDA dan laba bersih. (CR-10)

