Meski Laba Turun, Target Saham Triputra Agro (TAPG) Ini Tetap Menarik
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sepanjang tahun 2023 telah sesuai ekspektasi, meksipun terjadi penurunan. Realisasi kinerja keuangan tersebut menjadikan saham ini layak untuk dicermati.
TAPG mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,66 triliun tahun 2023, dibandingkan torehan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,98 triliun. Sedangkan pendaptan perseroan turun dari Rp 9,34 triliun menjadi Rp 8,32 triliun.
Baca Juga
“Realisasi laba bersih tersebut sudah sesuai dengan target Trimegah Sekuritas, sehingga saham ini dipertahankan beli dengan target target harga Rp 850. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 7,5 kali,” tulis tim rist Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Saat ini, sebut Trimegah Sekuritas, saham TAPG ditransaksikan dengan perkiraan PE 5 kali atau berada di bawah rata-rata dalam tiga tahun terakhir. Artinya peluang penurunan saham ini lebih kecil, dibandingkan penguatan.
Manajajemen TAPG dalam laporan kinerja keuangan menyebutkan, penurunan laba sejalan dengan perolehan pendapatan yang tercatat turun sebesar 10,91% yoy menjadi Rp 8,32 triliun di tahun 2023 dari Rp 9,34 triliun tahun 2022.
Sementara beban pokok penjualan tercatat meningkat menjadi Rp 6,10 triliun tahun 2023 dari Rp 5,62 triliun pada tahun 2022. Alhasil laba kotor yang dibukukan merosot jadi Rp 2,21 triliun tahun 2023 dari Rp 3,71 triliun tahun 2022.
Baca Juga
Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp 1,94 triliun, turun sebesar 37,14% yoy dibanding Rp 3,08 triliun pada tahun buku 2022. Penurunan laba bersih berdampak pada turunnya laba per saham Perseroan menjadi Rp 81 per saham per 31 desember 2023 dari Rp 150 per saham pada 31 Desember 2022.
Kendati begitu perseroan berhasil menurunkan angka liabilitas menjadi Rp 2,52 triliun per Desember 2023 dari Rp 4,11 triliun pada periode yang sama tahun 2022. Sedangkan total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 11,33 triliun dari sebelumnya Rp 10,41 triliun pada tahun 2022.

