SD Darmono Turun Gunung Pimpin Jababeka (KIJA), Siapkan Banyak Aksi Korporasi
JAKARTA, investortrust.id – Pendiri PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), Setyono Djuandi (SD) Darmono, kembali “turun gunung” untuk memimpin perseroan sebagai direktur utama, menggantikan Tedjo Budianto Liman.
Sebelumnya, Darmono menjabat sebagai komisaris utama, efektif sejak 8 September 2021. Pengesahan Darmono sebagai direktur utama disetujui pemegang saham Kawasan Industri Jababeka pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2023 di Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Darmono kembali memimpin perusahaan sebagai direktur utama untuk menunjukkan komitmen perseroan.
“Tujuannya untuk segera menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi perusahaan dengan adanya tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini dan ke depan,” kata Darmono dalam keterangan tertulis, Senin (1/7/2024).
SD Darmono meyakini posisi keuangan perseroan sangat sehat dengan jumlah ekuitas Rp 6,9 triliun, jauh di atas total jumlah pinjaman perseroan yang kurang lebih Rp 4,4 triliun.
“Namun melihat situasi ekonomi saat ini dan ke depan, jumlah utang tersebut masih membebani perusahaan jika tidak diimbangi penjualan yang cukup dari land bank (nilai buku) sekitar Rp 7,6 triliun. Padahal nilai pasar berkisar Rp 21,6 triliun,” ujar dia.
Siapkan Aksi Korporasi
Guna mengatasi masalah tersebut, menurut Darmono, manajemen perlu menempuh sejumlah langkah strategis. Pertama, modal dasar perseroan perlu ditingkatkan untuk memberi kesiapan perusahaan jika di masa mendatang melakukan rencana penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue) sehingga modal dasar perseroan telah mencukupi.
“Tujuan rencana rights issue di masa mendatang adalah untuk mengurangi jumlah utang Perusahaan,” tutur dia.
Kedua, kata Darmono, kinerja perusahaan perlu ditingkatkan melalui penjualan aset-aset yang tidak segera memberikan imbal hasil (yield).
Ketiga, mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan dan melakukan efisiensi dengan pengendalian yang disentralisasi. “Ini akan segera dilakukan agar tercipta suatu sinergi di Jababeka,” tandas dia.
Terakhir, manajemen baru Jababeka berencana menjual entitas anak yang tidak sesuai harapan. “Dengan demikian diharapkan perseroan menjadi lebih sehat dan mampu memberikan dividen sesuai harapan, serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” tegas Darmono.
Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka, Muljadi Suganda menjelaskan, pemegang saham Kawasan Industri Jababeka juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.
Susunan baru pengurus Kawasan Industri Jababeka adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Suhardi Alius Komisaris: Gan Michael
Komisaris/Komisaris Independen: Basuki Tjahaja Purnama
Direksi
Direktur Utama: Setyono Djuandi Darmono
Wakil Direktur Utama: Budianto Liman
Direktur: Tjahjadi Rahardja
Direktur: Hyanto Wihadhi
Namun, menurut Muljadi Suganda, untuk mata acara kelima dan keenam RUPST tidak memenuhi kuorum. Alhasil, RUPST kedua akan dilaksanakan paling cepat 10 hari dan paling lambat 21 hari.
“Mata acara dimaksud yaitu membahas persetujuan atas perubahan Pasal 4 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal dasar Jababeka,” papar dia.
Adapun mata acara keenam adalah persetujuan atas penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). “Untuk itu, kami berharap dukungan dari pemegang saham,” imbuh Muljadi.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (Senin, 1/7/2024), harga saham KIJA ditutup stagnan di level Rp 120. KIJA memiliki price to earning ratio (PER) minus 19,90 kali dengan return on asset (ROA) minus 0,93% dan return on equity (ROE) minus 1,84%. Per kuartal I-2024, Kawasan Industri Jababeka membukukan kerugian alias minus laba bersih Rp 125,4 miliar dibanding laba bersih (positif) Rp 260,5 miliar.
