Anak Usaha Jababeka (KIJA) Ini Bidik Marketing Sales Rp1,8 Triliun di 2026, Andalkan Proyek Berikut
JAKARTA, investortrust.id – PT Grahabuana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA), menargetkan penjualan property atau marketing sales sebesar Rp 1,8 triliun pada 2026, seiring berlanjutnya pengembangan proyek properti industri dan komersial di kawasan Jababeka.
Direktur PT Grahabuana Cikarang Ivonne mengatakan, target tersebut akan ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah dipasarkan, termasuk Jababeka Bizpark dan kawasan industri baru Jababeka 9.
Baca Juga
Prabowo Sadar Banyak Maling Menyusup ke Program MBG: Rakyat Awasi
"Target tahunan kami sekitar Rp1,8 triliun," ujar Ivonne saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).
Salah satu proyek yang mencatatkan kinerja positif adalah Jababeka Bizpark, bangunan multiguna yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha. Proyek tersebut dapat dimanfaatkan sebagai gudang, pusat logistik, kantor, studio live commerce, restoran, hingga berbagai jenis usaha lainnya.
Menurut Ivonne, sejak diluncurkan Jababeka Bizpark telah membukukan penjualan sekitar 270 unit dengan harga mulai Rp 1,65 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit. Meski kontribusinya terhadap total marketing sales belum menjadi yang terbesar, proyek tersebut dinilai memiliki prospek yang baik karena menyasar pelaku usaha yang membutuhkan ruang usaha yang fleksibel.
Baca Juga
Airlangga Sebut Pemerintah Siapkan PP Pusat Finansial Internasional di Bali
"Jadi di mana bisa dibuat sebagai logistik, pergudangan, penyimpanan maupun untuk studio. Kayak sekarang kan banyak orang berdagang lewat live TikTok. Nah dia bisa jadikan itu sebagai studio dan sebagian gudangnya. Jadi ya bisa buka restoran, jadi bisa buka buat multiguna lah," jelasnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah, Ivonne mengatakan penjualan perusahaan masih relatif stabil. Kondisi tersebut didukung oleh mayoritas transaksi yang menggunakan mata uang rupiah serta permintaan dari tenant eksisting yang tetap melakukan ekspansi usaha. "Kami melihat perusahaan yang memang membutuhkan ekspansi tetap melakukan pembelian. Sampai saat ini penjualan masih stabil," katanya.
