Penjualan Properti Anak Usaha Jababeka (KIJA) Capai Rp1,3 Triliun pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA) yang juga bergerak di segmen properti, PT Grahabuana Cikarang mencatat kinerja penjualan yang kuat sepanjang 2025 dengan nilai mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Perseroan optimistis tren tersebut akan berlanjut dan lebih baik pada 2026 ini.
Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan tingginya penjualan properti tersebut didorong oleh permintaan lahan industri dari perusahaan besar, termasuk investor asing yang ingin memperluas operasinya di Indonesia.
“Penjualan properti kami pada 2025 cukup bagus, sekitar Rp1,3 triliun. Untuk 2026 kami tetap optimistis bisa lebih baik lagi,” ujar Ivonne dalam acara deklarasi Kota Wisata Industri Jababeka di Batavia Tower, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, minat investasi di kawasan industri Jababeka masih cukup tinggi karena didukung ekosistem industri yang lengkap. Saat ini kawasan tersebut memiliki sekitar 2.000 tenant yang berasal dari perusahaan lokal maupun multinasional.
Baca Juga
Laba Jababeka (KIJA) Capai Rp 857,12 Miliar di 2025, Berikut Penopangnya
Selain sektor industri, Ivonne juga mengungkapkan bahwa permintaan juga datang dari segmen pergudangan, terutama dari pelaku usaha logistik dan e-commerce yang berasal dari dalam negeri atau lokal yang membutuhkan pusat distribusi.
“Rata-rata mereka untuk kegiatan yang e-commerce ataupun pergudangan Mereka membutuhkan depo untuk distribusi barang untuk disebar ke kota-kota yang daerah-daerah, atau mereka ekspor-impor, ya supply chain-lah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ivonne pun menyebutkan, perusahaan melihat peluang peningkatan penjualan properti seiring berkembangnya kawasan Jababeka menjadi kota mandiri dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari hunian, pendidikan hingga infrastruktur logistik.
“Kawasan kami sudah berkembang menjadi kota mandiri. Jadi bukan hanya industri, tetapi juga hunian dan fasilitas lainnya yang mendukung aktivitas bisnis,” imbuh Ivonne.

