Jababeka Perkuat Ekosistem Kesehatan, RS President University Mulai Beroperasi di Cikarang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rumah Sakit (RS) President University resmi beroperasi di Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi- Jawa Barat. Hal ini menyusul terbitnya surat izin operasional dan selesainya pembangunan serta infrastruktur, yang ditandai dengan peluncuran logo RS President University belum lama ini.
RS President University berlokasi di Jalan Niaga Raya, Kabupaten Bekasi, dengan luas lahan sekitar 6.800 meter persegi. Rumah sakit ini hadir sebagai bagian dari ekosistem Jababeka Medical City, setelah sebelumnya berdiri Fakultas Kedokteran President University. RS President University dirancang untuk dikembangkan sebagai rumah sakit yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Founder of President University dan Founder & Chairman PT Jababeka Tbk (KIJA) Setyono Djuandi (SD) Darmono, mengungkapkan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta berbagai pihak sehingga RS President University dapat mulai beroperasi.
“Hari ini merupakan launching rumah sakit kepada stakeholder utama yang mengundang Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupatan Bekasi, Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi, tenant-tenant Kawasan Industri Jababeka, perbankan dan perusahaan asuransi, dan mitra strategis. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah hadir,“ kata SD Darmono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga
Jababeka dan Pertamina Perluas Kolaborasi Menuju Industri Hijau dan Dekarbonisasi
Ia menambahkan bahwa RS President University akan dikembangkan menjadi rumah sakit berstandar internasional, dengan tujuan menjadi salah satu pilihan utama bagi pasien mancanegara yang ingin mendapatkan layanan kesehatan berkualitas di Kabupaten Bekasi.
“Untuk tahap awal ialah layanan check-up dulu, agar bisa mengdiagonosa kanker sejak dini, sambil melatih dokter-dokter bisa sekelas dokter asing yang bisa Bahasa Inggris, Jepang, dan Mandirin. Sehingga orang asing mau datang ke sini. Karena, kalau ribuan pabrik dari 46 negara dengan banyak ekspatriat di Cikarang didiami saja, mereka akan pergi berobat ke Singapura, Penang-Malaysia, atau Australia,” terangnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Kabupaten Bekasi Asep Surya Atmaja, juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas peluncuran RS President University di Kota Jababeka. Ia juga mendorong RS President University segera bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi menambah satu lagi rumah sakit dari 55 rumah sakit menjadi 56 rumah sakit. Untuk (kebutuhan) terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter, yang memang kesehatan, sangat saya prioritaskan,” ungkap Asep.
Sementara itu, Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat Johanes Poso, menceritakan, ia sudah melakukan kunjungan ke Taiwan dan Tiongkok untuk untuk melihat perkembangan terbaru dalam penanganan kanker. Pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di RS President University sebagai layanan unggulan, sehingga rumah sakit ini dapat menjadi salah satu rujukan untuk pengobatan kanker.
Dijelaskan Johanes Poso, RS President University sudah mengantongi izin operasional tipe D dan telah menyiapkan berbagai layanan kesehatan. Mulai dari rawat inap dengan kapasitas 54 tempat tidur, instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, layanan operasi, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga layanan rujukan.
Selain itu, RS President University juga menyiapkan layanan dokter spesialis, meliputi spesialis anak dan kesehatan ibu, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan. Fasilitas kesehatan yang mulai perdana beroperasi dalam waktu dekat, yaitu poliklinik dan medical check up (MCU).
“Saat ini, kami telah memiliki pegawai sebanyak 111 karyawan meliputi dokter, tenaga kesehatan, pegawai administrasi, dan pendukung rumah sakit. Akan ada tahap akreditasi untuk RS President University. Setelah akreditasi, maka akan ada fasilitas yang didapat untuk bisa melayani BPJS Kesehatan bagi masyarakat umum,” papar Johanes.
