Jababeka Harmony Festival 2026: Kirab Budaya yang Mampu Dorong Ekonomi Inklusif Cikarang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Jababeka Tbk (KIJA) mengembangkan ekosistem kota modern yang tidak hanya maju secara industri, tetapi juga harmonis secara sosial dan budaya. Langkah tersebut berhasil direalisasikan melalui penyelenggaraan Jababeka Harmony Festival pada 6-8 Maret 2026.
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini menyebutkan, antusiasme puluhan ribu masyarakat yang datang, dan memadati Hollywood Junction Jababeka dan Kota Jababeka Cikarang menegaskan bahwa harmoni bukan sekadar konsep, melainkan pengalaman nyata yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat.
Festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas budaya, pelaku industri global, keluarga, hingga pelaku UMKM lokal yang berbaur dalam atmosfer harmoni yang hidup dan inklusif. Kemeriahan terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung serta rangkaian kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan sosial yang berlangsung dinamis sepanjang penyelenggaraan.
“Ini membuktikan bahwa kota yang maju adalah kota yang menghargai setiap perbedaan. Keberagaman di (Kota) Jababeka adalah aset, dan ketika masyarakat merasa nyaman serta harmonis, daya beli akan meningkat secara alami. Ini bukti bahwa harmoni sosial mendorong kemajuan ekonomi daerah,” ungkap Ivonne dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga
Pertama di Indonesia, Jababeka Cikarang Deklarasi Jadi Kota Wisata Industri
Kirab Multibudaya menjadi puncak kemeriahan Jababeka Harmony Festival, sekaligus momen yang sangat dinantikan masyarakat. Setelah satu dekade tidak digelar, kirab budaya ini akhirnya kembali hadir dengan kemegahan yang menjadikannya salah satu parade budaya terbesar yang pernah diselenggarakan di kawasan ini.
Arak-arakan spektakuler tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari puluhan komunitas budaya yang datang dari berbagai kota, menampilkan keberagaman tradisi dalam satu perayaan yang meriah dan penuh warna. Kemegahan kirab semakin terasa dengan hadirnya 15 tandu atau joli, 12 liong naga berukuran besar, serta puluhan barongsai yang bergerak bersama dalam satu parade budaya yang meriah.
Tidak hanya komunitas seni budaya, tenant industri dan perwakilan masyarakat juga turut ambil bagian, menjadikan kirab ini sebagai simbol harmoni keberagaman sekaligus perayaan budaya yang spektakuler.
Sebanyak 100 tenant dari sektor F&B, fashion, dan kerajinan tangan berpartisipasi, menghadirkan beragam produk bagi ribuan pengunjung yang hadir. Kehadiran para pengunjung ini turut mendorong perputaran ekonomi yang signifikan di area acara.
Selain itu, Ketua Umum Wiranusa Indonesia Aisyah Ayu memberikan apresiasi atas dukungan Jababeka terhadap ekonomi kerakyatan. Ia menilai, kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana kawasan modern dapat bersinergi dengan pelaku usaha kecil untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
"Kehadiran para UMKM serta laporan peningkatan omzet tenant hingga berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival, tetapi juga penggerak nyata ekonomi masyarakat,” tambah Aisyah.

