Kemenkeu Usulkan PMN BUMN Rp 6,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengajukan permohonan kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menggelontorkan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 6,1 triliun kepada empat badan usaha milik negara (BUMN) ditambah Bank Tanah tahun 2025.
Diketahui dana tersebut berasal dari cadangan pembiayaan investasi yang terdapat dalam klaster lainnya, sebagai salah satu kelompok pembiayaan investasi tahun anggaran 2024 sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang APBN 2024. Adapun total cadangan pembiayaan investasi adalah sebesar Rp 13,67 triliun.
"Kami mengajukan penggunaannya hanya sebesar Rp 6,1 triliun dalam bentuk PMN kepada BUMN," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan, PMN akan diberikan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan Badan Bank Tanah.
Alokasi PMN terbesar senilai Rp 2 triliun akan diberikan kepada PT KAI, PT INKA mencapai Rp 965 miliar, dan PT Pelni Rp 500 miliar. Kemudian sisanya masing-masing Rp 1 triliun akan diberikan kepada PT HK dan Bank Tanah. "Serta ada alokasi kewajiban penjaminan, ini karena pemerintah sering memberikan penjaminan, ini (nilainya) Rp 635 miliar," sambungnya.
Sementara itu pemerintah telah menetapkan alokasi pembiayaan investasi tahun anggaran 2024 sebesar Rp 176,2 triliun. Sesuai dengan UU APBN 2024, pembiayaan investasi tersebut terdiri atas lima klaster, yakni infrastruktur, pendidikan, pangan dan lingkungan hidup, kerja sama internasional serta klaster lainnya.
"Untuk PMN tunai berasal dari cadangan pembiayaan investasi Rp 6,1 triliun. Selain, itu kami sampaikan PMN yang sifatnya non tunai yaitu barang milik negara yang diinbrengkan," terang Bendahara Negara tersebut.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban merinci alokasi penggunaan suntikan dana untuk sejumlah BUMN tersebut. Diketahui PT KAI akan menggunakan dana sebesar Rp 2 triliun untuk melakukan pemenuhan belanja modal.
Baca Juga
Negara Untung Bersih Rp 133,7 Triliun dari Selisih Dividen BUMN dan PMN
"Ini bakal dipakai untuk pengadaan trainset dan retrofit KRL," kata Rionald di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Kemudian secara berturut-turut adalah suntikan sebesar Rp 1 triliun akan digunakan PT HK untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra Tahap II Ruas Palembang-Betung. Dana sebesar Rp 1 triliun juga akan digunakan untuk pemenuhan modal oleh Bank Tanah.
PT INKA diketahui akan menggunakan alokasi PMN sebesar RP 965 miliar untuk melakukan pembangunan line dua di pabrik Banyuwangi yang memproduksi kereta berbahan stainless steel. Lalu PT Pelni akan menjadikan alokasi PMN mencapai Rp 500 miliar sebagai tambahan modal untuk melakukan peremajaan armada dengan membeli satu unit kapal baru.
