Pertamina Usulkan PMN 426 Ribu Sambungan Rumah untuk Jargas
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) non-tunai untuk pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) sebanyak 426.385 sambungan rumah (SR).
Pertamina sejatinya mengusulkan PMN non-tunai berupa barang milik negara (BMN) senilai Rp 4,18 triliun tahun anggaran 2024. PMN non-tunai itu terdiri atas aset jargas dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) senilai Rp 4,17 triliun, serta Refuelling Hydrant di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) senilai Rp 12,45 miliar.
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menyebutkan, jargas dan SPBG sudah menjadi PMN di tahun-tahun sebelumnya (2012-2023). Ia menerangkan, total nilai yang sudah diterima Pertamina selama ini untuk jargas dan SPBG adalah sebesar Rp 6 triliun.
Baca Juga
Pertamina Ungkap Rencana PMPP Rp 4,18 Triliun, Ini Rinciannya
“Jadi total kurang lebih Rp 6 triliun dan ini semua dalam bentuk non-tunai. Mayoritas lokasinya tersebar di seluruh Jawa Barat, paling banyak Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga tersebar sedikit di lokasi Sumatra dan Kalimantan,” kata Emma dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Selasa (2/7/2024).
Sementara itu, untuk usulan tahun ini Pertamina menyebutkan ada 426.385 SR yang lokasi sebarannya mayoritas di Jawa Barat, sebagian di Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Selatan, sebagian besar di bagian Jawa, serta sebagian kecil tersebar di Kalimantan Timur.
Baca Juga
Menteri Erick Thohir Cek Kesiapan Jaringan Gas Pertamina di IKN
“Jadi total nilai perolehan itu dari seluruh aset yang akan di-PMN-kan untuk Jargas dan SPBG ini kurang lebih di Rp 4,17 triliun,” jelas Emma.
Emma menerangkan. usulan ini dibuat bukannya tanpa alasan. Ia menyampaikan bahwa selain perluasan, terdapat pula infrastruktur yang memang membutuhkan perbaikan agar bisa beroperasi dengan layak.
“Jadi kalau di summary ini untuk sarana dan prasarana jargas dan SPBG ini terdiri dari 82 ruas Jargas, satu SPBG, dan satu paket infrastruktur pipa SPBG yang kondisinya memang memerlukan perbaikan, yang perlu kita ada capex atau opex untuk ketambahan investasi dan pengelolaan maintenance,” terangnya.

