KAI Usulkan PMN Rp 2 Triliun untuk Tambah 37 Trainset KRL
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengatakan, hingga tahun 2027 perseroan membutuhkan 37 trainset (rangkaian kereta) kereta rel listrik (KRL) guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang. Untuk memenuhi pengadaan sarana perkeretaapian tersebut, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengusulkan untuk tambahan penyertaan modal negara (PMN) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 2 triliun.
“Dari rencana investasi tersebut, maka profile daripada kebutuhan investasi akan memuncak di tahun 2025. Di mana, semester I-2025 terdapat kebutuhan Rp 2,370 triliun, serta di semester II-2025 Rp 3,61 triliun. Sementara di semester II-2024 ini ada kebutuhan (investasi) sekitar Rp 810 miliar, sehingga pemenuhan PMN di tahun ini sebesar Rp 2 triliun merupakan persiapan kami di semester II-2024 dan semester I-2025,” papar Didiek dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Didiek juga memprediksi lonjakan penumpang pada tahun 2027 mencapai 410 juta penumpang, yang mana pengadaan sarana KRL itu dapat mengantisipasi tingkat okupansi saat peak hour di tahun 2027 yang mencapai 242%.
Baca Juga
Selama Libur Sekolah, KAI Commuter Tambahkan Perjalanan KRL di Sejumlah Wilayah
“Sehingga sampai dengan tahun 2027 diperlukan sekitar 37 trainset yang mayoritas sudah berusia di atas 30 tahun. Karena kereta-kereta yang beroperasi saat ini, kita impor itu, sudah bukan merupakan kereta baru. Dan diperlukan juga adanya jumlah trainset tertentu untuk maintenance dan cadangan,” ucap dia.
Berdasarkan informasi yang diterima Investortrust, pengadaan KRL tersebut di bawah tanggung jawab anak perusahaan KAI yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter). Di mana, KAI Commuter telah melakukan kerja sama pengadaan KRL di tahun 2023 dan 2024 bersama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyatakan, penambahan trainset dari PT INKA dengan nilai investasi Rp 6,06 triliun dan 3 KRL impor dari CRRC Sifang Co., Ltd. dengan nilai investasi Rp 783 miliar tersebut guna melayani sekitar 1 – 1,1 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek.
Baca Juga
Libur Panjang Waisak, KAI Commuter Kurangi Perjalanan KRL Jabodetabek
Menurutnya, dalam kerja sama ini PT INKA terdapat pekerjaan pengadaan 16 trainset sarana KRL baru dengan total investasi hampir sebesar Rp3,83 triliun dan pengadaan 19 trainset sarana KRL retrofit dengan total investasi lebih dari Rp 2,23 triliun.
“Kerjasama pengadaan sarana KRL ini, terutama dengan PT INKA (Persero) merupakan komitmen KAI Commuter dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri serta substitusi impor melalui Program Peningkatan Pengguna Produk Dalam Negeri (P3DN),” kata Anne beberapa waktu lalu.

