Smartfren (FREN) Right Issue Lagi, Gelar RUPSLB 24 November 2023
JAKARTA, investortrust.id - Emiten telekomunikasi milik Sinarmas Group, PT Smartfren Telecom Tbk mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu V (HMTED V) atau right issue.
Sekretaris Perusahaan PT Smartfren Telecom Tbk, James Wewengkang, mengatakan, Perseroan akan menerbitkan sebanyak 234 miliar lembar saham untuk ditawarkan kepada pemegang saham dalam rangka right issue tersebut.
Saham yang ditawarkan merupakan saham biasa seri D dengan nilai nominasl Rp 50. “Saham hasil pelaksanaan HMETD akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," paparnya dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (17/10/2023).
Dikatakan, saham Seri D akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan sebelum PMHMETD V, termasuk hak untuk memberikan suara dalam rapat umum pemegangsaham dan hak atas dividen.
Dijelaskan, saham dengan nilai nominal lama yang telah diterbitkan oleh Perseroan, yaitu Saham Seri A, Seri B, dan Seri C yang berturut-turut memiliki nominal Rp2.000, Rp1.000, dan Rp100 setiap saham tidak dapat dikonversi menjadi Saham Seri D dengan nilai nominal baru (yakni, nilai nominal Rp50).
Dalam waktu yang bersamaan dengan pengeluaran saham nominal berbeda, Perseroan juga akan melakukan peningkatan modal dasar dari sebelumnya Rp63 triliun yang terdiri dari Saham Seri A, Seri B, dan Seri C menjadi senilai Rp107 triliun yang terdiri dari Saham Seri A, Seri B, Seri C, dan Seri D .
Perseroan juga akan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari sebelumnya senilai Rp39,88 triliun terbagi atas 335,38 miliar saham menjadi sebesar Rp58,74 triliun terbagi atas 640 miliar saham.
“Perseroan akan menggelar RUPSLB untuk memperoleh persetujuan dari pemegang saham terkaiit rencana PMHMETD V pada tanggal 24 November 2023,” imbuhnya.
Adapun rencana penggunaan dana right issue, dikatakan akan dialokasikan untuk pelunasan pinjaman yang dimiliki oleh perseroan serta modal kerja perseroan maupun anak perusahaan.
