Harta Djaya (MEJA) Bersiap Gelar RUPSLB Ketiga dan Right Issue untuk Akuisisi Trimata Coal Perkasa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) terus mematangkan rencana aksi korporasi dengan menyiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Ketiga serta pelaksanaan penerbitan saham baru (right issue) guna mendanai akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan RUPSLB ketiga pada 13 Juli 2026. Berdasarkan persetujuan tersebut, RUPSLB ini akan digelar pada 21 Agustus 2026. RUPSLB ini bertujuan untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pemberian kuasa kepada direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar perseroan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga
Harta Djaya (MEJA) Bidik Diversifikasi Besar, Akuisisi 45% TCP Masuki Tahap Due Diligence
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk mendukung rencana aksi korporasi sekaligus memperkuat struktur permodalan secara efektif, terukur, dan sesuai regulasi. Partisipasi pemegang saham diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif strategis yang akan dijalankan Perseroan ke depan.
Selain mempersiapkan RUPSLB, MEJA melanjutkan tahapan menuju pelaksanaan right issue yang akan digunakan untuk mendukung rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Saat ini, MEJA tengah menyelesaikan audit laporan keuangan periode Juni 2026 sebagai salah satu persyaratan dan kelengkapan dokumen dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Direktur Utama Harta Djaya (MEJA) Richie Adrian Hartanto mengatakan, perseroan juga sedang melakukan penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terkait rencana perubahan bidang usaha MEJA menjadi perusahaan induk (holding company).
Baca Juga
"Penunjukan KJPP tersebut merupakan bagian dari proses penilaian independen yang diperlukan untuk mendukung rencana perubahan kegiatan usaha serta memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal," ujar Richie Adrian Hartanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu 922/7/2026).
Perseroan menegaskan akan terus menyampaikan setiap perkembangan material terkait rencana right issue, akuisisi TCP, serta perubahan bidang usaha kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi. Seluruh proses tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi MEJA, memperkuat struktur usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
