Baru Melantai, Harta Djaya Karya (MEJA) Komitmen Bagikan Dividen 35% dari Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyampaikan komitmen dalam dalam menentukan porsi dividen yang akan dibagikan kepada pemilik saham.
“Terkait pembagian dividen yang akan diberikan kepada investor pada jangka panjangnya tentu saja maksimal kami di level 35%,” ujar Direktur Utama Richie Adrian Hartanto dalam konferensi pers pencatatan saham MEJA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2/2024).
Richie menegaskan, dividend payout ratio (DPR) tersebut menggunakan basis angka laba bersih perusahaan. Sedangkan merujuk prospektus, tertulis bahwa manajemen berusaha membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 50% dimulai pada 2024 berdasarkan laba bersih 2023.
Baca Juga
Pertumbuhan Berlanjut, Target Saham Indosat (ISAT) Direvisi Naik
Setelah saham MEJA terdaftar di BEI, manajemen merancang target untuk merambah bisnis sebagai pemasok sekaligus pemain ritel interior, dari sebelumnya fokus pada layanan interior.
“Tetapi utamanya adalah kami menggunakan pengalaman yang udah kami jalani sehingga kami bisa tahu barang-barang atau service apa yang akan bisa kami kembangkan ke depannya,” sambung Richie.
PT Harta Djaya Karya (HDK) merupakan perusahaan dengan bisnis di industri konsultasi desain, konstruksi interior, dan pabrikasi furniture. Emiten ini memperluas layanannya dengan menawarkan konsultasi desain komprehensif, mulai perencanaan ruang hingga pemilihan bahan.
Baca Juga
Patok Harga IPO Rp 148, Penawaran Saham Homeco Living (LIVE) Berakhir Besok
Tak hanya konstruksi, MEJA juga menyediakan pabrikasi furniture khusus. Produk furniture yang diproduksi secara custom-made dan loose furniture seperti meja, kursi, dan sofa, yang dapat disesuaikan kebutuhan proyek dan preferensi tiap klien.
“Kurang lebih bisnis kami sekarang lagi menjalankan korporasinya business to business berubah menjadi business to consumer. Itu gambaran ke depannya,” imbuh Richie.
Dia mengaku, perusahaan tengah menggarap proyek senilai Rp 18 miliar sedangkan total nilai proyek yang sedang dalam proses penjajakan diklaim hampir mencapai Rp 200 miliar.
Sedangkan untuk jangka panjang, HDK mengaku sedang menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan, dua perusahaan asing dan satu perusahaan lokal. Dari kemitraan ini, perseroan ingin memasok barang-barang interior dari merek-merek ternama.
“Kedua brand ini benar-benar world wide, satu dari timur dan satu barat. Lokalnya kami partner dengan support developer yang akan bangun 750 rumah di daerah Jakarta Timur,” tutupnya.

