Harta Djaya (MEJA) Bidik Diversifikasi Besar, Akuisisi 45% TCP Masuki Tahap Due Diligence
JAKARTA, investortrust.id – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengungkapkan kemajuan rencana transaksi pengambilalihan 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP) melalui mekanisme pertukaran saham (share swap).
Manajemen MEJA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa rencana transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pemegang saham pengendali MEJA dan pemegang saham pengendali TCP.
MEJA menyebutkan bahwa TCP telah menunjuk Kantor akuntan publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan tahun buku 2025. Saat ini, proses audit masih berlangsung.
Baca Juga
Selain itu, TCP telah menunjuk competent person independen untuk melakukan studi estimasi sumber daya dan cadangan batubara pada konsesi tambang yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan laporan per 1 Juni 2026, TCP memiliki estimasi cadangan batubara yang dapat ditambang (mineable reserve) sekitar 400 juta ton.
Perseroan juga menyebut TCP telah menyusun business plan pengembangan usaha pertambangan yang menunjukkan kelayakan ekonomi proyek dengan indikator keuangan yang positif.
“Dalam mendukung operasional komersial ke depan, TCP telah menjalin kerja sama awal dengan kontraktor tambang, investor infrastruktur pendukung, serta calon offtaker,” tulisnya.
Baca Juga
IPO Saham RANS Dibuka, Kaesang dan Dony Masuk Daftar Pemegang Saham
Sehubungan dengan rencana transaksi tersebut, MEJA menyebutkan, perseroan tengah melakukan kajian menyeluruh (due diligence), valuasi independen, serta evaluasi aspek hukum dan kepatuhan sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.
Perseroan menegaskan bahwa setiap tahapan transaksi akan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keterbukaan, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kepentingan seluruh pemegang saham.
Sebelumnya, Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto S mengatakan, MEJA akan bertransformasi menjadi investment holding company setelah menuntaskan akuisisi 45% saham TCP. Langkah ini menandai ekspansi perseroan ke sektor pertambangan batu bara, di samping bisnis existing di bidang kontraktor interior, konsultasi desain, dan manufaktur furnitur.
Baca Juga
Kolaborasi perseroan dengan TCP telah berjalan dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha perseroan. Kolaborasi dilakukan dengan mengakuisisi 45% saham TCP senilai Rp 1,6 triliun.
“MEJA sudah setengah jalan untuk berkolaborasi dengan TCP. Nantinya bisnis MEJA yang lama tidak bubar, tetapi kita menambah segmen bisnis ke batu bara melalui akuisisi saham TCP,” ujar Richie.
