Saat Muhammadiyah Tarik Dana, Sekuritas Ini justru Ungkap Prospek Saham BSI (BRIS) Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI sempat terpengaruh, seiring berita organisasi Muhammadiyah menarik dana besar-besaran dari bank syariah terbesar di Tanah Air ini.
Muhammdiyah yang beranggotakan puluhan juta umat Muslim ini disebut mengalihkan sebagian dananya ke bank-bank syariah lain. Pengalihan dana bertujuan untuk mendiversifikasi penyimpanan dana, sehingga tidak terkonsentrasi pada satu bank tertentu.
Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy dan Ivan Purnama Putera mengatakan, berdasarkan data dana Muhammadiyah yang ditempatkan di BRIS berkisar Rp 1,8 triliun. Angka tersebut hanya merefleksikan 0,6% dari total simpanan nasabah di bank tersebut.
Baca Juga
Keputusan penarikan dana tersebut, terang dia, kemungkinan tidak akan merembet terhadap anggota yang bernaung di Muhammadiyah ikut mengalihkan dana maupun rekening ke bank lain.
“Berdasarkan diskusi kami dengan manejemen BRIS bahwa penarikan dana bukanlah hal mudah, apalagi nasabah masih memiliki pinjaman. Padahal, berdasarkan data banyak anggota Muhammdiyah masih memiliki pinjaman di BRIS,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Dengan demikian, terang Ivan dan Isfhan, kecil kemungkinan anggota Muhammadiyah ikut mengalihkan dananya dari BRIS. “Kami menilai bahwa berita penarikan dana Muhammdiyah dari BRIS bukan hal material dan harus diperhitungkan terhadap pergerakan saham BRIS,” terangnya.
Baca Juga
Saat ini, terang Sinarmas Sekuritas, prospek saham BRIS justru tengah menggiurkan setelah terjadi penurunan sebanyak 27% dari level puncaknya kuartal I-2024. Potensi penguatan harga saham bank syariah terbesar ini juga didukung prospek bisnis jangka panjangnya yang cerah dan posisinya sebagai bank syariah terbesar yang menguasai 40% total aset bank syariah di Tanah Air.
Justru menjadi pertimbangan terhadap potensi saham BSI (BRIS), sebut Sinarmas Sekuritas, adalah keberhasilan perseoran menyelesaian fase intregrasi merger tiga anak usaha bank syariah milik bank BUMN. Kini, BRIS memasuki fase berikutnya untuk peningkatan sumber daya manusia dan teknologi dengan target tuntas pada 2025.
Baca Juga
PP Muhammadiyah Alihkan Dana ke Bank Lain, Ini Tanggapan BSI (BRIS)
Hingga kini kemajuan penerapan fase kedua telah mencapai 70% dengan perkiraan belanja teknologi informasi mencapai Rp 3 triliun tahun ini atau melesat dari belanja periode sama tahun lalu Rp 1,5 triliun. Perseroan juga mulai memfokuskan peningkatan penetrasi pasar konsumer serta meningkatan brand awareness.
Dengan tidak adanya dampak atas penarikan dana Muhammadiya dan berlanjutnya fase penguatan perseroan menjadikan saham BRIS layak dipertahankan beli dengan target harga Rp 3.130 untuk 12 bulan mendatang. Dengan demikian terbuka potensi penguatan 45% saham bank syariah terbesar di Indonesia ini.
Grafik Saham BRIS

