Sinarmas Sekuritas Sebut BSI (BRIS) Tumbuh Tangguh, Berikut Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengawali tahun 2024 dengan kinerja tangguh setelah melaporkan lompatan laba bersih sebanyak 17,1% menjadi Rp 1,7 triliun pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu.
Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera mengatakan, lompatan kinerja keuangan tersebut menunjukkan ketangguhan BRIS masih berada di jalurnya. Dengan realisasi laba bersih Rp 1,7 triliun, perolehan tersebut setara dengan 26% dari target yang ditetapkan Sinarmas Sekuritas bagi BRIS tahun 2024.
Baca Juga
Saham BRIS Melesat Lampui Sektornya, Bagaimana Target Harganya?
Ketangguhan BRIS juga ditunjukkan, menurut Sinarmas Sekuritas, keberhasilan dalam mencatatkan biaya kredit (CoC) ke level terendah sejak merger menjadi 0,88%. Hal ini didukung penurunan biaya pencadangan sebanyak 27,8% bersamaan dengan peningkatan pendapatan operasional lainnya mencapai 28,3% sepanjang Januari-Maret 2024.
Pertumbuhan tangguh BRIS juga ditunjukkan kenaikan pendapatan bersih (NII) dan PPOP yang stabil masing-masing 2% dan 4,4%. Faktor utama pendoronya adanya pertumbuhan pendapatan operasional lainnya yang berada di atas dua digit.
Grafik Saham BRIS Ytd
Terkait penurunan margin keuntungan bersih (NIM) BRIS pada kuartal I-2024, dia mengatakan, sama seperti emiten bank lainnya yang membukukan penurunan. BRIS juga terpapar dengan pelemahan NIM dari 6% menjadi 5,8%.
“Penurunan NIM ini didorong kenaikanan biaya penyaluran pembiayaan menjadi 2,6% atau meningkat 54 bps dari periode sama tahun lalu. Sedangkan imbal hasil tetap stabil berada di angka 9%,” terangnya.
Baca Juga
Ditopang Kenaikan Pembiayaan, Laba BSI Melonjak 17% Tembus Rp 1,71 Triliun
Meski margin keuntungan turun, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, manajemen BRIS masih tetap yakin terhadap realisasi NIM berkisar 5,50-5,86% sepanjang tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham BRIS dengan target harga Rp 3.130 untuk 12 bulan ke depan. Sedangkan target harga dalam tiga bulan ke depan Rp 2.910.
Sinarmas Sekuritas optimistis terhadap pertumbuhan laba bersih BRIS menjadi Rp 6,58 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 5,70 triliun. Sedangkan pendapatan diharapkan naik dari Rp 23,15 triliun menjadi Rp 25,90 triliun.
Estimasi Kinerja BRIS

