Fundamental Tangguh, Saham BSI (BRIS) Layak Dihargai Premium
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mendadak anjlok pada penutupan perdagangan saham kemarin ke level terendah baru sejak 2 Februari 2024. Namun sejumlah analis menilai bahwa koreksi tersebut tak beralasan didukung fundamental bank ini kuat dan potensi pertumbuhan cemerlang.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRIS kemarin anjlok dari level Rp 2.540 menjadi Rp 2.300 atau melemah 9,44%. Namun pada perdagangan sesi I, Selasa (14/5/2024), saham bank syariah terbesar di Indonesia ini rebound dengan penguatan Rp 50 (2,17%) menjadi Rp 2.350 hingga pukul 09.40 WIB.
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas Sebut BSI (BRIS) Tumbuh Tangguh, Berikut Target Harganya
Lalu, bagaimana sesungguhnya prospek bank syariah terbesar di Indoensia ini? Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan hari ini mengungkap bahwa penurunan harga saham BRIS kemarin didominasi faktor sentiment, dibandingkan dengan fundamental.
“BRIS saat ini memiliki modal yang kuat untuk menghasilkan tingkat pertumbuhan laba bersih dua digit tahun 2024-2026. Tingkat pertumbuhan kuat juga didukung potensi perluasan pangsa pasar pembiayaan yang masih besar dan peluang peningkatan produktivitas,” tulis analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra dalam riset tersebut.
Mandiri Sekuritas juga menyebutkan bahwa BRIS berhasil menjaga kualitas aset tetap baik dan stabil hingga kini. “Oleh karena itu, kami tetap memberikan penilaian premium terhadap saham BRIS dengan rekomendasi dipertahankan beli dan target harga Rp 3.050,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Ditopang Kenaikan Pembiayaan, Laba BSI Melonjak 17% Tembus Rp 1,71 Triliun
Sementara itu, Sinarmas Sekuritas dalam riset sebelumnya menyebutkan bahwa BRIS mengawali tahun 2024 dengan kinerja tangguh setelah melaporkan lompatan laba bersih sebanyak 17,1% menjadi Rp 1,7 triliun pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu.
Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera mengatakan, lompatan kinerja keuangan tersebut menunjukkan ketangguhan BRIS masih berada di jalurnya. Dengan realisasi laba bersih Rp 1,7 triliun, perolehan tersebut setara dengan 26% dari target yang ditetapkan Sinarmas Sekuritas bagi BRIS tahun 2024.
Ketangguhan BRIS juga ditunjukkan, menurut Sinarmas Sekuritas, keberhasilan dalam mencatatkan biaya kredit (CoC) ke level terendah sejak merger menjadi 0,88%. Hal ini didukung penurunan biaya pencadangan sebanyak 27,8% bersamaan dengan peningkatan pendapatan operasional lainnya mencapai 28,3% sepanjang Januari-Maret 2024.
Baca Juga
Pertumbuhan tangguh BRIS juga ditunjukkan kenaikan pendapatan bersih (NII) dan PPOP yang stabil masing-masing 2% dan 4,4%. Faktor utama pendoronya adanya pertumbuhan pendapatan operasional lainnya yang berada di atas dua digit.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham BRIS dengan target harga Rp 3.130 untuk 12 bulan ke depan. Sedangkan target harga dalam tiga bulan ke depan Rp 2.910.
Sinarmas Sekuritas optimistis terhadap pertumbuhan laba bersih BRIS menjadi Rp 6,58 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 5,70 triliun. Sedangkan pendapatan diharapkan naik dari Rp 23,15 triliun menjadi Rp 25,90 triliun.
Grafik Saham BRIS Ytd

