Luncurkan Beragam Strategi Dongkrak Dana Murah, Prospek Saham BSI (BRIS) Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengelola biaya dana (cost of fund) dengan baik dan perbaikan kualitas aset menjadikan prospek sahamnya kian menarik. Prospek yang kuat juga didukung potensi pasar syariah yang besar di Indonesia.
Analis Trimegah Sekuritaws Adi Prabowo mengatakan, prospek yang kuat atas sahamnya juga didukung strategi BRIS untuk memperluas cabang di tengah masyarakat dengan tujuan meningkatan dana murah (CASA).
Baca Juga
Aset, Pembiayaan, dan DPK Tumbuh Double Digit, BSI (BRIS) Raup Laba Rp 5,7 Triliun
Salah satu yang telah dilakukan adalah peluncuran akun rekening dana nasabah (RDN) bekerja sama dengan Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah. Kolaborasi ini ditargetkan menarik sebanyak 1 juta investor syariah selama tahun pertama dan diperkirakan bertumbuh 10-15% per tahun ke depan.
“Kami memperkirakan Langkah ini diharapkan mendongkrak CASA perseroan dengan target menjadi 63,4% pada 2024, dibandingkan perkiraan tahun 2023 sekitar 62,5%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Penguatan kehadiran juga dilakukan melalui penambahan jaringan ATM dan mesin EDC. Perluasan jaringan ATM dinilai sebagai ekspansi paling murah, dibandingkan pembukaan cabang. Penambahan tersebut juga untuk menciptakan kenyaman pelanggan.
Perseroan akan memprioritaskan penambahan sekitae 300 jaringan ATM di dan 1.100 mesin EDC yang diprioritaskan di Aceh. Perluasan tersebut juga untuk mendukung PON Aceh-Sumut 2024.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.500. Target tersebut juga memperitmbangkan perkiraan ROAE sekitar 18%.
Baca Juga
Bank Syariah Indonesia (BRIS) Luncurkan RDN Online Syariah, Apa Keunggulannya?
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menajdi Rp 6,34 triliun dan ROAE berkisar 17% pada 2024. Sedangkan laba per saham diharapkan meningkat menjadi Rp 137 tahun depan.
Sebelumnya, BSI berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 5,7 triliun pada 2023. Raihan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 33,8% dari realisasi periode sama tahun sebelumnya.
“Laba bersih BSI di 2023 menyentuh angka Rp 5,7 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar hampir 34%. Pertumbuhan yang bagus dan tinggi ini, dan semuanya double digit perlu kita syukuri,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi.
Tidak hanya itu, Hery menyebut, aset BSI tumbuh signifikan sebesar 15,67% secara YoY menjadi Rp 354 triliun. Sedangkan pembiayan tumbuh 15,70%, jadi sebesar Rp 240 triliun, dan dana pihak ketiga tumbuh 12,35% menjadi Rp 294 triliun.
“Jadi pertumbuhan baik aset, pembiayaan, maupun dana pihak ketiga itu tumbuhnya double digit. Terlihat dari angka-angka pertumbuhan positif, baik secara year on year dari indikator keuangan,” terang dia.

