Penguatan Berlanjut, Market Cap Amman Mineral (AMMN) Bayangi Bayan (BYAN)
JAKARTA, Investortrust.id – Penguatan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) semakin pesat. Lompatan harga itu menjadikan kapitalisasi pasar saham (market cap) kian buncit hingga mendekati PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Lari saham AMMN sempat terhenti kemarin dengan penurunan Rp 100 menjadi Rp 5.500 setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham ini dalam UMA. Namun, saham ini kembali menguat dengan lompatan lebih pesat sepanjang perdagangan hari ini.
Baca Juga
Harga Wajar Tercapai, Saham Amman Mineral (AMMN) Direkomendasikan Hold
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/9/2023), saham AMMN ditutup naik Rp 300 (5,45%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 5.800. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.500-5.825.
Bahkan, kenaikan harga tersebut telah melampaui target harga yang ditetapkan Samuel Sekuritas Indonesia dengan target harga saham AMMN di level Rp 5.500. Sedangkan dibandingkan dengan harga IPO saham Rp 1.695 per saham pada 7 Juli 2023, penguatan tersebut telah mencapai 242,18%.
Dengan penguatan harga tersebut kapitalisasi pasar saham AMMN meningkat menjadi Rp 417,10 triliun dan memperkokoh posisi perseroan sebagai emiten dengan market cap terbesar keempat di BEI. Bahkan, market cap terus mengejar BYAN di level Rp 614,99 triliun.
Baca Juga
Amman Mineral dalam prospektus IPO saham yang diterbitkan beberapa bulan lalu menyebutkan bahwa perseroan mengembangkan dan membangun tambang Batu Hijau yang memproduksi konsentrat tembaga juga mengandung emas dan perak sejak tahun 2000.
Tahun 2016, perseroan mengakuissi 82,2% saham PT Newmont dengan pembayaran tunai US$ 1,47 miliar dan pembayaran kontinjensi US$ 658,39 juta, sehingga nama perseroan berumbah menjadi AMNT.
Perseroan menyebutkan bahwa penambangan bijih fase 8 akan dimulai pada 2025-2030 yang diharapkan berdampak positif terhadap lonjakan produksi tambang perseoran. Grup juga telah mengoptimalkan operasi penambangan, meningkatkan pr oduktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan pemulihan logam dibandingkan dengan operasi tambang Batu Hijau di bawah kepemilikan sebelumnya.
Baca Juga
Ada 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di 2024, Cek Tanggalnya
Amman Mineral menyebutkan bahwa AMNT memiliki cadangan bijih yang signifikan di tambang Batu Hijau meliputi tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam bijih yang belum ditambang dari tambang Batu Hijau, serta tembaga, emas, dan perak yang terkandung dalam stockpiles yang telah ditambang.
Selain tambang Batu Hijau, Grup telah mengidentifikasi beberapa prospek tembaga dan emas lainnya di dalam wilayah IUPK AMNT, termasuk Cebakan Elang, yang terletak sekitar 60 km sebelah timur tambang Batu Hijau dan 12 km ke arah utara dari garis pantai selatan Pulau Sumbawa.

