Harga Minyak dan Emas Merosot, CPO Melaju
JAKARTA, investortrust.id - Harga tiga komoditas dunia berfluktuasi. Di mana minyak mentah dan emas mengalami penurunan. Namun minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih bisa menunjukkan penguatan harga.
Menilik D'Origin, Senin (3/6/2024) minyak mentah AS menutup bulan terburuknya tahun ini, menjelang pertemuan OPEC+ akhir pekan untuk meninjau tingkat produksinya.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) Juli ditutup pada US$ 77,99 per barel, turun 92 sen, atau 1,18%. Sejak awal tahun, minyak mentah AS naik 7,4%. Kontrak Brent Juli ditutup di US$ 81,62 per barel, turun 24 sen, atau 0,29%. Sejak awal tahun, patokan global naik 5,9%.
Baca Juga
Stok Bensin Berlimpah, Harga Minyak Mentah AS Anjlok Lebih dari 1%
Begitupun dengan harga emas yang turun karena investor mencerna laporan inflasi AS yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan,. Penurunan terjadi meskipun ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve akan menurunkan suku bunga tahun ini membuat emas tetap mencatatkan kenaikan bulanan keempat berturut-turut.
Emas spot turun 0,7% menjadi US$ 2.325,67 per ounce setelah sebelumnya sempat naik. Kontrak berjangka emas AS ditutup 0,9% lebih rendah pada US$ 2.346,4. Adapun sepanjang bulan Mei emas naik 1,8% dan sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 2.449,89 pada 20 Mei.
Baca Juga
Sedangkan harga futures minyak sawit Malaysia naik dan mencatatkan kenaikan mingguan, didorong oleh perkiraan ekspor yang lebih tinggi di produsen terbesar kedua dunia tersebut.
Kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 86 ringgit, atau 2,15%, menjadi 4.079 ringgit atau US$ 867,13 per metrik ton. Kontrak ini naik 5% sepanjang minggu.

