Harga Minyak dan CPO Kompak Merosot, Emas Menguat
Harga tiga komoditas dunia bergerak variatif. Di mana, harga minyak dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) merosot, namun emas masih mampu menguat.
Mengutip D’Origin Senin (13/5/2024) harga minyak turun hampir US$ 1. Penurunan terseret penguatan dolar AS setelah Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mengatakan tidak jelas apakah kebijakan sudah cukup ketat untuk menurunkan inflasi ke target 2%.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 1,3% menjadi US$ 82,79 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS melemah 1,26% menjadi $78,26 per barel. Kedua patokan ini mengalami kerugian mingguan.
Baca Juga
Indikasi The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Minyak Lanjutkan Peningkatan
Kontrak berjangka minyak kelapa sawit Malaysia juga turun untuk sesi ketiga berturut-turut dan ditutup pada level terendah dalam tiga bulan pada hari Jumat. Penurunan mengikuti pelemahan pesaing Dalian, sementara data minyak kelapa sawit dari Malaysia Palm Oil Board (MPOB) turut membebani sentimen.
Kontrak berjangka minyak kelapa sawit untuk pengiriman bulan Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 21 ringgit, atau 0,55%, menjadi 3.810 ringgit atau US$ 804,31 per metrik ton, penutupan terendah sejak pertengahan Februari. Kontrak ini turun 0,88% minggu ini, menandai penurunan mingguan kelima berturut-turut, terpanjang sejak Desember 2017.
Baca Juga
Sedangkan harga emas naik didorong oleh data pekerjaan AS yang lemah pekan ini yang memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Harga emas spot naik 1% menjadi US$ 2.369,49 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman bulan Juni naik 1,5% menjadi US$ 2.375,00 per ons.

