Harga Minyak, Emas, dan CPO Kompak Merosot di Awal Pekan
Awal pekan, harga minyak, emas, dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) kompak merosot. Misalnya harga minyak dunia turun dan mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan. Karena investor menimbang data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari yang diharapkan dan waktu pemotongan suku bunga Federal Reserve.
Penyedia jasa keuangan dan bisnis Origin Advisory dalam risetnya Senin (6/5/2024) menyebutkan, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk bulan Juli turun 71 sen, atau 0,85%, menjadi ditutup pada US$ 82,96 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Juni turun 84 sen, atau 1,06%, menjadi ditutup pada US$ 78,11 per barel.
Sementara emas turun ke level terendah dalam satu bulan meskipun data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari yang diharapkan. Ini memperpanjang koreksi dari reli luar biasa bulan lalu saat investor merealisasikan keuntungan sambil risiko geopolitik mereda.
Harga emas spot turun 0,05% menjadi US$ 2.302,09 per ons, penurunan mingguan kedua berturut-turut, sebesar 1,8%. Kontrak berjangka emas AS sedikit lebih tinggi di US$ 2.311,10.
Baca Juga
ESDM Sebut Konflik Iran-Israel Kerek Harga Minyak Mentah Indonesia
Sedangkan harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman tiga bulan mendatang dibanderol MYR 3.842 per ton. Turun 0,1% dibandingkan hari sebelumnya.
Sepanjang minggu kemarin, harga CPO jatuh 1,39% secara point to point. Ini menjadi koreksi mingguan selama 4 pekan beruntun.
Secara terpisah, soal harga CPO, analis Mirae Sekuritas Tasrul mengatakan, potensi kenaikan harga CPO saat ini tertahan sementara. Di mana harga masih bergerak di luar kisaran normal dalam tren naik jangka pendek yang relatif lemah yang terbentuk selama 91 hari perdagangan terakhir.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Turun Rp 3.000 per Gram, Cek Daftar Harga Berikut
Secara statistik, pergerakan harga saat ini berada dalam standar deviasi 0,79 dari titik tengah saluran tren turunnya. Nilai R-squared sebesar 0,5747 menunjukkan bahwa hanya sekitar 42,53% pergerakan harga terjadi di luar kisaran normal, selama kurang lebih 38 hari perdagangan.
Indikator Stochastic%D Optimized, RSI Optimized, dan W%R Optimized saat ini menghadapi resistensi, dan harga masih berada di bawah Optimized Moving Average 14 hari, menunjukkan bahwa harga masih berada di bawah tekanan.
“Kisaran perdagangan diperkirakan antara 3.810 dan 4.266,” tulisnya dalam riset, Senin (6/5/2024).

