Indosat (ISAT) Berada di Jalur Pertumbuhan Unggul, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) membidik pertumbuhan kuat dengan menggenjot ekspansi di luar Jawa. Pertumbuhan juga dilakukan melalui peningkatan kontribusi pelanggan B2B terhadap total pendapatan tahunan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa ISAT tengah gencar membidik pertumbuhan jumlah pangsa pasar pelanggan dan pendapatan, seiring dengan ekspansi besar-besar ke luar pulau Jawa. Apalagi saat ini, perseroan baru menguasai 10% pasar di luar Jawa.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pede Pendapatan Per Pelanggan Tumbuh Lebih dari 10% pada 2024
Selain faktor tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, perseroan terdorong sentiment positif atas merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) untuk mendorong pasar lebih efisien ke depan. Hal ini diharapkan berimbas terhadap peningkatan ARPU perseroan.
Estimasi Kinerja Keuangan ISAT
Berlanjutnya ekspansi dan efisiensi industry diharapkan menopang peningkatan ARPU perseroan menjadi Rp 40 ribu per penggun pada kuartal II-2024, dibandingkan dengan kuartal I-2024 telah mendekati level Rp 38 ribu per pengguna.
Guna menopang pertumbuhan pendapatan dari luar pulau Jawa, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, Indosat telah melakukan ekspansi jaringan secara besar-besaran. Rencananya belanja modal difokuskan untuk penambahan 3.000 lokasi per tahun dan menawarkan produk yang lebih sederhana dengan tujuan meningkatkan profitabilitas per lokasi.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pertimbangkan Satelit untuk Gantikan Peran Menara BTS
Indosat juga berupaya mendongkrak pendapatan dari segmen B2B lebih besar dengan perkiraan 30-40% dalam 3-4 tahun ke depan melalui sejumlah inisiatif. Di antaranya, perseroan telah bekerjasama dengan Nvidia untuk menawarkan AI versi terbaru di Indonesia. Perseroan juga akan terus menargetkan pelelangan akuisisi spektrum lainnya.
“Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa jalan Indosat untuk menjadi operator telekomunikasi dengan pertumbuhan paling unggul ke depan semakin terlihat. Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan pendapatan ISAT mencapai 16% periode 2024-2026,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Alasan Indosat dan NVIDIA Bangun Pusat Pengembangan AI di Solo
Adapun kehadiran Starlink dinilai manajemen sebagai pelanggan untuk mengatasi kesenjangan layanan internet di daerah terpencil, khususnya pulau-pulau yang berada di wilaya timur Indonesia.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 13.300. Target hargat tersebut mempertimbangkan pertumbuhan pendapatan dari pelanggan bisnis menjadi outlook positif keuangan ke depan.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan laba bersih Indosat (ISAT) menjadi Rp 5,30 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 4,73 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 55,57 triliun, dibandingkan raihan tahun 2023 senilai Rp 51,22 triliun.
Grafik Saham Telko

