Hillcon (HILL) Berada di Tengah Pertumbuhan Industri Nikel, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Hillcon Tbk (HILL) diperkirakan menjadi perusahaan kontraktor pertambangan nikel yang paling diuntungkan di tengah kenaikan bijih nikel, seiring massifnya pengembangan smelter di Indonesia.
Hillcon satu dari beberapa kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia yang memfokuskan layanan jasa kontraktor pertambangan open pit, baik nikel maupaun batu bara.
Perseroan mencatatkan kontraktor segmen pertambangan nikel berkontribusi sebanyak 55% terhadap total pendapatan Perseroan hingga September 2023. Angka tersebut bertumbuh dibandingkan realisasi tahun 2021 sekitar 25%.
Baca Juga
Saham Kontraktor (HILL) Melejit Seiring Pertumbuhan Laba 26%, Pantau Pergerakannya Hari Ini
“Hillcon merupakan kontraktor penambangan nikel yang memiliki posisi paling siap untuk mengkapitalisasi keuntungan di tengah peningkatan produksi nikel di Indonesia,” terang analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Tahun lalu, Perseroan memproses sebanyak 14 juta bijih nikel dan diperkirakan kembali meningkat menjadi 18 juta bijih nikel tahun 2024-2025. “Kami memperkirakan pertumbuhan volume produksi bijih nikel perseroan secara konservatif dengan CAGR sekitar 12% dalam lima tahun mendatang. Peningkatan tersebut telah mempertimbangkan massifnya ekspansi smelter nikel yang tentu meningkatkan permintaan bijih nikel,” terangnya.
Terkait target produksi tahun ini, Sucor Sekuritas mengungkapkan, perseroan memperkirakan peningkatan volume produksi bijih nikel mencapai 12%, pertumbuhan volume overburden batu bara sekitar 3%, dan margin keuntungan bersih (NPM) stabil berkisar 12% dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
Weda Bay Nickel (WBN) merupakan pelanggan terbesar perseroan dengan kontribusi 50% terhadap volume produksi bijih nikel berniat meningkatkan volume produksi hingga dua kali lipat pada 2026, seiring dengan tingginya permintaan pabrik HPAL di kawasan industry Weda Bay.
“Peningkatan produksi tersebut tentu akan berdampak positif terhadap perseroan sebagai kontraktor utama penambangan nikel HILL. Kami memperkirakan WBN akan berkontribusi sekitar 17% terhadap total pendapatan perseroan tahun 2026, dibandingkan raihan tahun 2022 sekitar 15%,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut akan menopang peningkatan rata-rata tahunan (CAGR) laba bersih mencapai 12% dalam lima tahun atau periode 2023-2028. Dengan demikian, Hillcon akan menjadi kontraktor pertambangan nikel dengan pertumbuhan kinerja keuangan paling pesat. HILL juga diperkirakan akan menorehkan ROE mencapai 19% dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
Guna menopang pertumbuhan tersebut, perseroan diperkirakan menyiapkan belanja modal (capex) bernilai Rp 600 miliar tahun 2024 untuk meningkatkan kapasitas armada. Investasi tersebut diperkirakan dengan mudah diwujudkan didukung neraca keuangan yang masih sehat.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham HILL dengan target harga Rp 2.900. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 22 kali, saat ini HILL masih ditransaksikan pada PE 15 kali.
Sucor Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Perseroan menjadi Rp 437 miliar tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun 2023 senilai Rp 375 miliar dan realisasi 2022 mencapai Rp 301 miliar.
Begitu juga dengan pendapatan Perseroan diharapkan melesat menjadi Rp 4.05 triliun pada 2024, dibandingkan target 2023 senilai Rp 3,70 triliun dan raihan tahun 2022 mencapai Rp 3,26 triliun.
Prospek Kinerja Keuangan Hillcon (HILL)
Sumber: Sucor Sekuritas

