Operasional Tumbuh Kuat, Begini Prospek dan Target Saham Hillcon (HILL)
JAKARTA, investortrust.id – PT Hillcon Tbk (HILL) berhasil mencatatkan kinerja operasional kuat sepanjang 2023 yang ditunjukkan peningkatan volume produksi segmen kontraktor penambangan nikel sebanyak 41%. Pertumbuhan kuat diperkirakan berlanjut tahun ini.
Hillcon mencatatkan peningkatan volume produksi segmen kontraktor tambang nikel sebanyak 41% menjadi 13,5 juta ton bijih nikel. Sedangkan overburden kontraktor penambangan batu bara perseroan relative stabil, meksi turun 11% menjadi 39 juta bcm.
Baca Juga
Hillcon (HILL) Berada di Tengah Pertumbuhan Industri Nikel, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
“Manajemen meperkirakan volume produksi kontraktor nikel akan tetap tumbuh kuat tahun ini berkisar 20% menjadi 16,3 juta ton bijih nikel. Peningkatan pesat diharapkan dari penambangan Weda Bay. Sedangkan segmen batu bara diperkirakan naik menjadi 3,3 juta ton atau bertumbuh 22% setelah direlokasi ke area tambang produktif Sebuku,” tulis analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Melihat potensi berlanjutnya kinerja operasional, Sucor Sekuritas tetap memeprtahankan pandangan positif terhadap HILL. Diperkirakan laba bersih perseroan akan bertumbuh menjadi Rp 357 miliar tahun ini dan diharapkan kembali meningkat menjadi Rp 432 miliar tahun depan. Pertumbuhan kuat juga didukung ekspektasi pemulihan margin keuntunga.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HILL dengan target harga Rp 2.800. “Kami menyukai saham HILL sebagai proksi terhadap peningkatan produksi nikel di Indonesia. Apalagi pemerintah tengah gencar memeperbesar hilirisasi nikel,” terang Yoga Ahmad.
Baca Juga
Prospek Emiten Nikel Tak Sesuram Bayangan, Sekuritas Ini Ungkap Buktinya
Target harga tersebut mengimplikasikan perkriaan PE tahun 2024 sekitar 24 kali, dibandingkan rata-rata harga saham HILL saat ini baru merefleksikan PE sekitar 17 kali.
Tahun lalu, Hillcon membukukan peningkatan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 301,03 miliar menjadi Rp 351,07 miliar hingga akhir 2023. Namun laba per saham dasar perseroan turun dari Rp 120 menjadi Rp 119.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan dari Rp 3,26 triliun menjadi Rp 4,04 triliun. Beban pokok naik dari Rp 2,40 triliun menjadi Rp 3,17 triliun. Alahasil laba bruto perseroan naik dari Rp 861,34 miliar menjadi Rp 866,71 miliar.
Estimasi Kinerja Keuangan HILL
Sumber: Sucor Sekuritas

