ROA dan ROE Terbesar, Saham BFI Finance (BFIN) Layak Dihargai Premium
JAKARTA, investortrust.id – Sinarmas Sekuritas merekomendasikan add saham PT BFI Finance Tbk (BFIN) dengan target harga Rp 1.215 dalam 12 bulan mendatang. Rekomendasi ini diberikan, meskipun laba bersih turun pada kuartal I-2024.
Sinarmas Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.215 tersebut mempertimbangkan bahwa BFIN masih tetap berkinerja baik dan menunjukkan perbaikan sejumlah indikator, meskipun laba turun tahun lalu.
Baca Juga
BFI Finance (BFIN) Bukukan Pembiayaan Baru Rp 4,8 Triliun di Kuartal I 2024
“Saham BFIN seyogianya ditransaksikan lebih premium, dibandingkan perusahaan pembiayaan lainnya, karena perseroan berhasil mencatatkan ROA dan ROE paling tinggi tahun 2023,” tulisnya dalam riset tersebut.
Berdasarkan data, ROA dan ROE BFIN masing-masing 6,9% dan 17,3% tahun 2023. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan emiten sejenis lainnya, seperti ADMF dengan ROA dan ROE masing-masing 6,3% dan 17,5%.
Performa tersebut juga lebih tinggi, dibandingkan perusahaan pembiayaan besar lainnya, seperti Wahana Ottomitra (WOMF) dengan ROA dan ROE masing-masing 3,6% dan 13,9%, Clinfan Finance (CFIN) dengan ROA dan ROE masing-masing 8,2% dan 14,7%.
Baca Juga
BFI Finance (BFIN) Catat Laba Bersih Rp 1,64 Triliun, Turun 9% Sepanjang 2023
Selain faktor tersebut, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, BFIN didukung kemitraan dan ekosistem yang kuat. Saat ini, perseroan telah memiliki 15 mitra kerja bank dan merchants lainnya, sperti Bank BCA, Mandiri, BRI, CIMB Niaga, dan lainnya. Pereroan juga masuk dalam ekosistem raksasa GOTO yang memungkinkan BFIN untuk lebih ekspansi. ARTO bersama BFIN juga tengah menyiapkan produk baru untuk ditawarkan ke ekosistem tersebut.
BFIN juga tercatat sebagai perusahaan pembiayaan dengan jaringan besar di Indonesia, yaitu memiliki lebih dari 2.000 agen produktif, 271 cabang, Kiosk, dan sharia di seluruh Indonesia. BFIN juga tercatat sebagai perusahaan pembiayaan yang fokus menerapkan inisiatif digital.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Skeuritas untuk mempertahankan perkiraan lompatan kinerja keuangan BFIN tahun ini. Laba bersih diperkirakan melesat menjadi Rp 2,01 triliun dan pendapatan bunga diharapkan naik menjadi Rp 4,74 triliun.
Grafik Saham BFIN

