BFI Finance (BFIN) Catat Laba Bersih Rp 1,64 Triliun, Turun 9% Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten multifinance, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat proelehan laba bersih komprehensif sebesar Rp 1,64 triliun, turun 9,56% secara year on year (yoy), dari Rp 1,82 triliun pada tahun buku 2022.
Berdasarkan laporan keuangan audited yang disampaikan Perseroan, Jumat (23/02/2024), tertera, kondisi berbeda pada pos pendapatan, di mana BFIN justru mencatat kenaikan sebesar 18,01% menjadi Rp 6,35 triliun pada tahun 2023, dibanding Rp 5,38 triliun tahun 2022.
Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan piutang pembiayaan menjadi Rp 5,93 triliun dari Rp 5,05 triliun, pendapatan keuangan juga naik menjadi Rp 88,56 miliar dari Rp 22,87 miliar. Sedangkan pendapatan bisnis syariah naik menjadi Rp 108 miliar dari Rp 65,15 miliar, hanya pendapatan lain-lain yang turun menjadi Rp 228,04 miliar dari Rp 242,73 miliar.
Pada sisi lain beban keuangan tercatat meningkat menjadi Rp 4,32 triliun pada tahun 2023 dari Rp 3,14 triliun pada tahun 2022. Alhasil EBITDA tercatat turun menjadi Rp 2,02 triliun tahun 2023 dari Rp 2,23 triliun pada tahun 2022.
Baca Juga
BFIN Rajai Pembiyaan NDF, Target Harga Sahamnya masih Tinggi!
Atas perolehan laba bersih tertera, maka laba per saham Perseroan menurun menjadi Rp 109 per saham pada 31 Desember 2023 dari Rp 121 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara dari sisi neraca Perseroan mencatat kenaikan total asset sebesar 9,40% yoy menjadi Rp 23,99 triliun dari Rp 21,92 triliun tahun 2022.
Sedangkan jumlah ekuitas Perseroan tercatat naik menjadi Rp 9,49 triliun tahun 2023 dari Rp 8,75 triliun per 31 Desember 2022.
Baca Juga
Emas Antam Menguat Pagi Ini, Ukuran 1 Gram Dibandrol Rp 1,136 Juta
Adapun libilitas mengalami kenaikan menjadi Rp 14,49 triliun pada 31 Desember 2023, dibanding Rp 13,17 triliun per 31 Desember 2022.
Terkait jumlah pembiayaan baru, BFI Finance mencatat perolehan sebesar Rp 22 triliun tahun 2023, lebih tinggi 10% dari pembiayaan baru tahun 2022 yang tercatat Rp 20 triliun.
Meski begitu perolehan tersebut masih di bawah target Perseroan yang membidik angka pembiayaan baru Rp 24 triliun tahun 2023 atau tumbuh 20% secara year on year.

