Pembiayaan Baru BFI Finance (BFIN) Sentuh Rp 19,1 Triliun Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pembiayaan, PT BFI Finance Tbk (BFIN) mencatat nilai pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp 19,1 triliun sepanjang tahun 2023.
Manajemen BFIN mengakui nilai pembiayaan baru tersebut menurun sebesar 5% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena menjelang akhir semester I-2023, Perusahaan menghentikan sementara sistem operasionalnya guna peningkatan keamanan digital, segera setelah terdeteksi adanya serangan siber.
“Perusahaan segera melakukan recovery dan penyesuaian di berbagai lini. Oleh karena itu, sejak kuartal IV-2023, seluruh proses recovery telah tuntas dan Perusahaan kembali berfokus untuk peningkatan kinerja yang ditargetkan,” ulas Direktur Keuangan BFI Finance yang dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (27/02/2024).
Setelah sistem beroperasi normal, BFIN kembali membukukan pertumbuhan pembiayaan baru, yang meningkat 11,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qoq).
Baca Juga
Nusantara Infrastructure (META) Beri Update soal Rencana Go Private
Perolehan new booking membuat total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) Perseroan tumbuh sebesar 7,4% dari Rp 20,5 triliun menjadi Rp 22,0 triliun. Sementara nilai aset baru yang diperoleh senilai Rp 24, atau naik 9,4% yoy dari pencapaian di tahun 2022 sebesar Rp 21,9 triliun.
Di sisi risiko kredit, rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) dapat ditekan hingga berada di level bruto 1,36% dan level neto 0,15% per 31 Desember 2023. Rasio NPF yang diraih BFIN ini masih jauh lebih rendah dibandingkan peer-nya yang ratarata berada di level bruto 2,44%1.
“Kami merespons tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dan semakin adaptif di segala kondisi. Kami fokus pada target konsumen yang tepat, proses pembiayaan yang efektif dengan menyesuaikan kepada risk appetite dan policy Perusahaan, serta posisi kapasitas penagihan (collection) yang seimbang,” terang Sudjono.
Sudjono bilang, berkat fokus kinerja tersebut, Perusahaan berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp 6,4 triliun atau lebih tinggi 18% dibandingkan tahun 2022, dengan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2023.
Baca Juga
BFIN Rajai Pembiyaan NDF, Target Harga Sahamnya masih Tinggi!
Nilai ini merupakan laba bersih kedua tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BFIN, walau secara perbandingan nilai ini turun 9% dari tahun 2022. Tahun di mana Perusahaan mencatat pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.
Performa positif juga dapat dilihat pada Imbal Hasil Rata-Rata atas Aset (RoAA) dan Imbal Hasil Rata-Rata atas Ekuitas (RoAE) yang masing-masing menempati level 8,4% dan 17,7% per Desember 2023, yang mana lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri pembiayaan, yang masing-masing berada di level 5,6% dan 15,0%.
“Dengan segala dinamika yang terjadi di tahun 2023, kami berkomitmen untuk tetap tumbuh secara sehat,” ujar Sudjono.
Berdasarkan piutang pembiayaan yang dikelola, bisnis BFIN masih didominasi oleh pembiayaan beragun kendaraan roda empat dan roda dua (62,7%), diikuti dengan pembiayaan alat berat dan mesin (14,9%), pembiayaan untuk pembelian unit kendaraan roda empat bekas dan baru (14,0%), pembiayaan beragun sertifikat properti (4,4%), serta pembiayaan berbasis syariah (4,0%).
Dalam hal pendanaan, selain pinjaman bank, BFIN juga memperoleh pendanaan dari pasar surat utang dalam bentuk obligasi rupiah. Selama tahun 2023, BFIN telah tiga kali menerbitkan obligasi baru yakni Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap III, IV, dan V Tahun 2023, dengan nilai perolehan seluruhnya mencapai Rp3,8 triliun.
Pada tahun lalu, BFIN merambah ke sektor pembiayaan kendaraan roda dua berbasis energi listrik (electric vehicle/EV) dengan skala terbatas. Pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua listrik ini mulai diluncurkan pada semester II dan bekerja sama dengan lima merek kendaraan roda dua listrik lokal di wilayah Jabodetabek.
Untuk strategi dan arah bisnis tahun 2024, BFIN akan fokus pada perluasan jaringan berbasis digital sehingga tidak ada pembukaan jaringan fisik kantor cabang di area baru. Selain itu, terdapat pengembangan produk keuangan baru serta optimalisasi produk yang sudah berjalan saat ini sehingga mampu mendukung target pertumbuhan bisnis perusahaan seiring dengan upaya mengembangkan teknologi terkini guna mendukung pengembangan bisnis perusahaan berbasis teknologi secara end-to-end.
“BFI Finance telah mengambil langkah inovatif sejak tahun 2020 dengan menyempurnakan cara kerja dan model operasional kami. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis,” kata Sudjono.

