Percepat Pelunasan Obligasi, Saham Wijaya Karya (WIKA) Meroket 19%
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengalami lonjakan harga di Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/5/2024).
Secara intraday, saham WIKA sempat bertenggar di level Rp 132 per saham, lalu kemudian mampir ke level Rp 128 per saham, atau menguat 19% dari harga pembukaan Rp 107 per saham, Selasa pagi. Adapun harga saham terendah WIKA hari ini berada pada level Rp 105 per saham.
Lompatan harga saham WIKA sejalan dengan pengumuman Perseroan yang berencana melakukan pelunasan awal sebagian Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A melalui opsi beli (Call Option).
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Bangun Irigasi Perpipaan Warga di Gunung Kidul
Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, Mahendra Vijaya, menyampaikan, nominal pelunasan awal surat utang tersebut sebesar Rp 50 miliar.
“Tanggal good fund pada 14 Juni 2024 dengan tanggal pelaksanaan pelunasan, 18 Juni 2024. Bersamaan dengan pembayaran kupon Obligasi I Tahap I ke 14,” urai Mahendra dalam laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (28/5/2024).
Sebagai catatan, Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A diterbitkan pada Desember 2020 dengan tingkat kupon sebesar 8,6% per tahun.
Lembaga rating Pefindo menyempatkan peringkat A (single A) untuk obligasi tersebut. Sejatinya obligasi ini telah jatuh tempo pada 18 Desember 2023, namun berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (RUPO) pada tanggal 20 Oktober 2023, para pemegang obligasi telah menyepakti restrukturisasi dengan waktu jatuh tempo pada 18 Desember 2025.
Baca Juga
Belum lama ini, Pefindo juga mengerek peringkat WIKA menjadi idBBB- dari sebelumnya idSD dengan prospek “stabil.”
Peningkatan rating tersebut mencerminkan aksi Perseroan terkait pembayaran penuh pokok Sukuk Mudharabah I Tahap I Seri A pada 29 April 2024 sebesar Rp184 miliar, yang sebelumnya belum dapat dibayarkan pada 18 Desember 2023, sekaligus optimisme Pefindo terhadap kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja keuangannya, setelah mendapatkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6 triliun oleh Pemerintah.
Pergerakan Harga Saham WIKA secara Ytd:

