AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru emiten Telko, Bagaimana dampaknya bagi Telkom (TLKM)?
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan industry telekomunikasi dalam negeri akan memiliki mesin pertumbuhan baru, artficial intelegence (AI) dan machine learning (ML). Hal ini diharapkan berimbas positif terhadap kinerja keuangan dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ke depan.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/5/2024), saham TLKM kembali lanjutkan penurunan hingga ke level terendah baru terhitung sejak 5 November 2020. Koreksi ini menjadikan pelemahan saham TLKM telah mencapai 30,08% year to date (ytd) 2024.
Baca Juga
Gerak Saham Telkom (TLKM) Kini di Bawah Rp 3.000, Masih Adakah Peluang Bangkit?
Pada penutupan perdagangan saham di BEI hari ini, saham TLKM anjlok Rp 130 (4,42%) menuju level Rp 2.810, sehingga kapitalisasi pasar (market cap) emiten ini turun menjadi Rp 278,36 triliun. Level tersebut merupakan harga terendah baru saham TLKM terhitung sejak November 2020.
Pelemahan harga saham TLKM berbanding terbalik dengan dua saham emiten telekomunikasi lainnya PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Berdasarkan data BEI, saham EXCL ytd berhasil menguat 23,50% dan ISAT mencapai 4,80%.
Lalu, bagaimana prospek saham TLKM ke depan? BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan hari ini menyebutkan bahwa emiten telekomunikasi Indonesia memiliki sumber pertumbuhan kinerja keuangna baru ke depan.
Baca Juga
Fokus Transformasi, Dividen Telkom (TLKM) Tumbuh 6,5% YoY Menjadi Rp 17,68 Triliun
Pertumbuhan tersebut berasal dari perkembangan pesat bisnis artficial intelegence (AI) dan machine learning (ML). Emiten telekomunikasi dengan infrastruktur yang kuat akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan atas perkembangan segmen bisnis tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan pesatnya pengembangan AI dan ML akan mendongkrak permintaan layanan telekomunikasi berikut ke depan, yaitu konektivitas, peningkatan penawaran Artificial Intelligence-as-a-service (AiaaS), dan kolokasi data center (DC).
Baca Juga
Starlink Banting Harga Perangkat, Begini Tanggapan Telkomsel
“Semua operator telekomunikasi akan mendapatkan manfaat dari konektivitas, AiaaS, permintaan data center. Lompatan segmen bisnis tersebut diharapkan mulai terlihat dalam kinerja keuangan emiten telekomunikasi nasional tahun 2025,” tulis analis BRI Danarekswa Sekuritas Niko Maragaronis.
Niko Margaronis melanjutkan, Telkom (TLKM) akan menjadi operator telekomunikasi yang paling diuntungkan, karena memiliki infrastruktur yang kuat untuk tiga bisnis tersebut. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.400.
Grafik Saham Telko

