Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
JAKARTA, investortrust.id – Pusat data (data center) digadang-gadang akan menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Pasalnya, perseroan makin gencar menggarap lini bisnis ini, demi mengikuti keterbaruan zaman dan kebutuhan pengguna layanan telekomunikasi.
Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir menegaskan, menjadi pemain di bisnis data center internasional dan pemimpin secara regional merupakan aspirasi perusahaan.
“Jadi strategi ini menurut kami yang akan membuat Telkom data center menjadi new engine group, karena harapan seperti itu,” ujar Honesti menjawab investortrust.id dalam Silaturahmi Telkom bersama Pemimpin Redaksi Media di The Orient Hotel Sudirman, Jumat (15/3/2024).
Baca Juga
Bos Telkom (TLKM) Beri Kisi-Kisi Pertumbuhan Laba Jelang Rilis Laporan Keuangan 2023
Manajemen mengakui bahwa keunggulan bisnis Telkom tidak bisa hanya bersumber dari Telkomsel saja, melainkan juga anak-anak perusahaan yang dibangun lewat performanya masing-masing.
Entitas-entitas anak itu yang nantinya diharap menjadi engine group dan membawa Telkom pada valuasi yang sesuai dengan kuatnya fundamental bisnis mereka,
“Jadi strategi kami itu. Satu, kami akan menyasar beberapa segmen yang pasti satu hyper-scalar. Ini yang paling efektif sekarang. Kedua, enterprise. Ketiga, hyper-centre,” sambung Honesti.
Dia menjelaskan, model bisnis data center hyperscale saat ini harus melalui kemitraan. Pasalnya, hampir semua pembangunan data center sekarang tidak pernah dilakukan sendiri oleh satu perusahaan tunggal. Sebab, banyak kompetensi yang tidak dimiliki oleh satu perusahaan saja.
“Untuk itu mereka membutuhkan partner yang bisa mengisi kompetensi itu,” imbuh Honesti.
Baca Juga
Telkom Perkirakan Satelit Merah Putih 2 Bisa Beroperasi Sebelum 1 April 2024
Sebagai contoh, Telkom baru saja membangun data center, kemudian muncul lagi tren teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI. Telkom belum memiliki kompetensi ini sehingga bila suatu saat ingin menggarap AI, perusahaan harus menggandeng mitra yang kompeten di bidang itu.
“Mau nggak mau kami harus cari pemain AI yang cukup punya global brand untuk sama-sama dengan kami. Kami lagi in progress ke sana,” tegasnya.
Khusus data center, Telkom tengah membangun fasilitas di dua lokasi berkapasitas hyperscale. Dalam rencana kerjanya, Telkom membangun data center di Cikarang dan Batam.
Kapasitas kelolaan hyperscale data center (HDC) oleh PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) berada di gedung pusat data Kampus 1 HDC Cikarang sebesar 25 MegaWatt (MW). Ada pula data center dengan kapasitas 8,21 MW di Sentul, 5,3 MW di Serpong, dan 2,52 MW di Surabaya.
“Nah mungkin yang kecil-kecil masuk di regional. Kami banyak bekas sentral telepon dulu, yang sekarang sudah tidak berfungsi. Itu kami convert menjadi excellent-center. Memang market-nya ada juga yang kecil seperti lokal ASP (authorized service provider),” papar mantan Direktur Utama Bio Farma tersebut.
Sedangkan HDC yang akan dibangun di Batam berkapasitas 51 MW yang turut menggandeng perusahaan telekomunikasi asal Singapura, yaitu Singtel.
Di samping itu, Telkom baru menyelesaikan pengalihan bisnis data center miliknya di Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd (TelinSG) kepada NeutraDC Singapore Pte Ltd (NDSG) senilai US$ 219 juta, dalam rangka konsolidasi bisnis data center.
Konsolidasi dilakukan dengan menjadikan seluruh bisnis data center perseroan di bawah satu entitas NeutraDC. Diketahui, NDSG merupakan perusahaan yang 100% sahamnya dikuasai NeutraDC.
Sedangkan untuk ekspansi regional, Telkom membidik potensi Indonesia yang akan mengambil porsi 40% dari ekonomi digital ASEAN pada 2025.
“Kami sudah bertemu dengan beberapa potensial teknikal tech giant (perusahaan) yang di teknologi, seperti di Filipina dan juga pemain real estate,” ungkap Honesti.
Bisnis data center di Indonesia diklaim tumbuh cukup signifikan, didorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penetrasi internet.
Telkom menganggap data center di Indonesia adalah bisnis yang menjanjikan dengan berbagai potensi pertumbuhan. Sehingga TelkomGroup harus membangun keunggulan agar berdaya saing dibanding pemain data center lainnya.
Manajemen memastikan, TelkomGroup punya keunggulan yang membedakan mereka dari kompetitor. Pertama, membangun proposisi nilai sebagai digital ecosystem hub.
Kedua, ekosistem data center Telkom memiliki latency yang rendah dan seamless. Terakhir, Telkom berkomitmen membangun data center yang berkelanjutan. (CR-10)

