Alasan Perlindungan Investor, BEI Suspensi Saham Xolare (SOLA)
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), bergerak mengenaskan hingga akhirnya dihentikan sementara (suspend). BEI beralasan penghentian transaksi ini bagian dari perlindungan kepada investor.
Emiten yang sahamnya masuk bursa mulai 8 Mei ini sempat menunjukkan performa cemerlang dalam lima hari transaksi di BEI. SOLA yang listing dengan harga IPO Rp 110 per unit ini sempat melesat hingga mencapai level tertinggi intraday Rp 274 pada 16 Mei 2024. Namun sejak capaian itu, saham SOLA terus menerus anjlok hingga mencapai Rp 64 per saham pada penutupan perdagangan saham pekan lalu.
Baca Juga
Perusahaan pemilik brand Xolare dan Xolabit ini sebelumnya berhasil menuntaskan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 656,25 juta lembar dengan harga pelaksanaan Rp110 per saham. Dengan demikian, perseroan berhasil menggalang dana sebesar Rp 72,19 miliar.
“Sehubungan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan atas saham SOLA, kami memutuskan penghentian sementara perdagangan sahamnya. Penghentian dalam rangka cooling down,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya, hari ini.
Sebelumnya, Direktur Utama SOLA Mochamad Bhadaiwi mengatakan, perseroan menargetkan kenaikan pendapatan di angka Rp 115 miliar tahun ini. Pendapatan SOLA hingga periode 31 Oktober 2023 sebesar Rp 48,5 miliar.
Baca Juga
Xolare RCR Energy (SOLA) Pasang Harga IPO Rp 110, Bisa Raup Rp 72,18 Miliar
“Kalau di Desember 2023 kita sudah Rp 83 miliar (pendapatan). Tahun ini, laba mungkin sekitar 30 miliar,” ungkap Direktur Utama SOLA Mochamad Bhadaiwi usai Seremoni Pencatatan Perdana Saham SOLA di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, pendapatan SOLA hingga periode 31 Oktober 2023 adalah sebesar Rp 48,5 miliar, sedangkan laba usaha Rp 1,92 miliar. Di sisi lain, hingga kuartal I-2024, perdagangan aspal dari SOLA telah mencapai Rp 15 miliar.
Usai mencatatkan sahamnya, SOLA optimistis grup perusahaan akan semakin memiliki daya saing untuk memenangkan kompetisi di industri pengolahan aspal atau bitumen. Hal ini juga didorong oleh integrasi dan sinergi grup yang solid, yang dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi SOLA yang memiliki orientasi pada upaya menciptakan kelestarian lingkungan di wilayah kerja perseroan.
Selain itu, Xolare Group berkomitmen untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktivitas usaha, serta melakukan pengelolaan limbah. Komitmen SOLA dalam menjalankan bisnis berwawasan lingkungan juga dibuktikan melalui bisnis APE dan MBS, yang menjual aspal emulsi yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Grafik Saham SOLA

