Transaksi Saham Xolare (SOLA) Dibuka Kembali, Penguatan bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) setelah mengalami penghentian sementera sejak 5 Juni 2025. Kemudian saham SOLA akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) BEI dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
“Suspensi atas perdagangan saham SOLA di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 26 Juni 2025,” demikian tulis pengumuman resmi BEI di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
SOLA sebelumnya mengumumkan periahan kontrak jumbo bernilai Rp 40,96 miliar melalui anak usahanya PT Modifikasi Bitumen Sumatera (MBS) dengan PT Pertamina Hulu Rokan. Kontrak konstruksi jalan tersebut akan dilaksanakan periode 2025-2028 dengan total penjualan bitumen lebih 3.800 ton bitumen.
Berdasarkan data BEI, saham SOLA telah melesat sebanyak 33,33% dalam lima hari terakhir atau sebelum disuspensi. Sedangkan sebulan sebelum suspense telah terjadi peningkatan sebanyak 97,20% menjadi Rp 144.
Baca Juga
Wall Street Bervariasi, Nvidia Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Lonjakan Saham Teknologi
Terkait kinerja keuangan, SOLA membukukan pertumbuhan pendapatan dari Rp 9,38 miliar menjadi Rp 14,94 miliar hingga kuartal I-2025. SOLA berbalik cetak laba operasi Rp 863,71 juta, dibandingkan rugi operasi kuartal I-2024 Rp 855,02 miliar. Perseroan juga berbalik cetak laba tahun berjalan menjadi Rp 109,89 juta, dibandingkan rugi tahun berjalan Rp 818,41 juta pada periode sama tahun lalu.
Xolare (SOLA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan aspal, industri pengolahan aspal, dan jasa konstruksi. Mochamad Bhadaiwi bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 3,33% saham. PT Energi Hijau bertindak sebagai pemegang saham terbanyak dengan kepemilikan 57,91%.

