Ungkap Kontrak Baru Rp 416,97 Miliar, tapi Saham Xolare RCR (SOLA) Tak Bergeming
JAKARTA, investortrust.id – PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) melalui anak usahanya PT Aplikasi Bitumen Indonesia yang bekerja sama dengan PT Astra Rekayasa Unggul meraih kontrak pekerjaan jalan hauling senilai Rp 416,97 miliar di Kalimantan Timur.
Manajemen SOLA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/1/2025) menyebutkan, Aplikasi bersama Asta Rekayasa melalui KSO telah menerima kontrak pengerjaan chipseal road project pada jalan hauling sepanjang 50,5 kilo meter dari PT Trubaindo Coal Mingin (TCM) di Kutai Barat, Kaltim pada 17 januari 2025.
“Aplikasi Bitumen sebagai anggota konsorsium dengan porsi 40% saham mendapatkan kontrak senilai Rp 166,78 miliar pada KSO tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi tersebut.
Baca Juga
Meski meraih kontrak jumbo, harga saham SOLA terpantau bergerak stagnan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Saham SOLA ditutup Rp 50 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini.
Emiten perdagangan aspal, Xolare (SOLA), tengah pembangunan pabrik hingga peningkatan kapasitas produksi pabrik eksisting. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak kinerja keuangan perseroan ke depan.
Pembukaan pabrik berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba perseroan, karena pabrik baru tersebut akan memproduksi produk membrane yang belum ada di Indonesia. Kenaikan kinerja juga akan didukung pertumbuhan pasar lokal dan ekspor.
Baca Juga
Xolare RCR Energy (SOLA) Raih Proyek Pembangunan Jalan Rp 49 Miliar
Perseroan sebelumnya telah meraih dana hasil initial public offering (IPO) SOLA sebesar Rp 72,19 miliar. Sebelumnya diberitakan 27% dari dana IPO digunakan untuk pembangunan pabrik di Tuban, perluasan pabrik di Demak, serta perluasan pabrik di Muara Enim. Pembangunan pabrik di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan dana internal perseroan.
Pembangunan pabrik di Tuban, terang dia, baru dimulai dengan pembangunan fasilitas awal dan proses pemesanan mesin bitumen membrane dengan target selesai pada semester I tahun 2025. Sementara itu, perluasan pabrik di Demak dan Muara Enim tengah berjalan yang ditargetkan tuntas Oktober 2024
Grafik Saham SOLA

