IHSG Dibuka Anjlok, Saham Sektor Keuangan masih Pemberat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/4/2024), dibuka melemah, bahkan koreksi telah mencapai 50 poin (0,70%) menjadi 7.189. Pelemahan dipicu atas koreksi sebagian besar sektor saham
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor keuangan 0,75%, sektor konsumer non primer 0,63%, dan sektor konsumer primer 0,52%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor energi 0,16% dan transportasi sebanyak 0,15%.
Baca Juga
IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini TPIA, HRUM, dan AKRA
Meski IHSG melemah, sejumlah saham masih berhasil torehkan penguatan harga, yaitu saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik Rp 26 (17,69%) menjadi Rp 173, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) menguat Rp 16 (15,69%) menjadi Rp 119, dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) naik Rp 9 (8,65%) menjadi Rp 113.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA).
IHSG kemarin ditutup berbalik menguat 31,92 poin (0,44%) menjadi 7.236,98, meski pada sesi I melemah dalam. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo senilai Rp 1,76 triliun.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jasa Penambangan Senilai US$ 511,45 Juta
Net sell terbanyak masih disumbangkan saham bank papan atas, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 907,79 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 673,34 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 322,24 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 260,57 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 210,31 miliar.
Bursa Wall Street semalam ditutup melemah dengan penurunan dalam melanda Dow Jones mencapai 1%. Penurunan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,72% dan Nasdaq melemah hingga 0,95%.

