IHSG Sesi I Anjlok 54 Poin, Saham Sektor Keuangan Pemberat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (3/4/2024), ditutup melemah 54,11 poin (0,75%) menjadi 7.182,87. IHSG bergerak dalam rentang 7.168-7.236 dengan nilai transaksi Rp 5,15 triliun.
Koreksi IHSG ini dipicu atas penurunan beberapa sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,22%, sektor transporatasi 0,83%, sektor properti 0,78%, sektor konsumer primer 0,66%, dan sektor konsumer non primer 0,54%.
Baca Juga
Dirut PT Timah Tegaskan Tak Terlibat Korupsi yang Sebabkan Kerugian Rp 271 Triliun
Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor energi 0,71%, sektor kesehatan 0,72%, dan sektor material dasar 0,27%.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham masih berhasil torehkan penguatan harga, yaitu saham PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik Rp 22 (21,57%) menjadi Rp 124, PT Papaerocks Indonesia Tbk (PPRI) naik Rp 9 (14,52%) menjadi Rp 71, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) naik Rp 21 (12,28%) menjadi Rp 192, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp 32 (12,03%) menjadi Rp 298, dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik Rp 16 (10,88%) menjadi Rp 163.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup berbalik menguat 31,92 poin (0,44%) menjadi 7.236,98, meski pada sesi I melemah dalam. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo senilai Rp 1,76 triliun.
Bursa Wall Street semalam ditutup melemah dengan penurunan dalam melanda Dow Jones mencapai 1%. Penurunan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,72% dan Nasdaq melemah hingga 0,95%.

