2024, Industri Asuransi Thailand Diprediksi Cetak Premi US$ 27 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Firma hukum internasional, Baker McKenzie, memprediksi industry asuransi Thailand bakal mencatatkan total premi berkisar US$ 27 miliar tahun 2024.
Melansir InsuranceAsia, Jumat (25/4/2024), lini asuransi kesehatan akan menjadi penopang utama. Hal ini didorong oleh tingkat penuaan populasi serta kenaikan biaya pengobatan di Thailand.
Baca Juga
ROI Industri Turun, Asuransi China Mulai Lirik Investasi Alternatif
Saat ini, Thailand memasuki paruh kedua dalam penerapan rencana pengembangan asuransi periode 2021-2025. Kantor Komisi Asuransi di Thailand atau the Office of Insurance Commission (OIC) berupaya mendorong hal tersebut, demi mencapai tujuan positif.
Di lain sisi, dalam pertemuan regulator asuransi Asean ke-26, salah satu fokus perhatian dalam pembahasan oleh OIC, yaitu asuransi berkelanjutan atau sustainable insurance. Diantaranya berhubungan dengan perlindungan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Seiring dengan masifnya penggunaan kendaraan listrik, perusahaan asuransi juga tengah bersiap menghadapi persaingan di pasar yang semakin berkembang ini. OIC sendiri telah memperkenalkan proteksi asuransi di segmen ini.
Baca Juga
Dewan Asuransi Australia Dorong Mitigasi Risiko Penggunaan AI
Dukungan OIC agar industri asuransi di Thailand semakin berkembang juga telah dilakukan sebelumnya. Seperti pada Desember 2023, OIC menyelenggarakan seminar untuk membahas usulan amandemen undang-undang asuransi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas peraturan dan adaptasi terhadap dinamika industri yang semakin berkembang.
Khususnya, terkait peraturan reasuransi yang telah dilonggarkan. Hal ini mendorong solusi permodalan dan model bisnis kreatif terus berkembang.
