Premi Bruto Asuransi Jiwa di India Diprediksi Tumbuh 10%
JAKARTA, investortrust.id - Sebuah perusahaan data dan analis terkemuka, GlobalData memprediksi pendapatan premi bruto tertulis atau gross written premium (GWP) industri asuransi jiwa di India akan tumbuh sekitar 10% setiap tahunnya, dari US$ 151,7 miliar di tahun ini menjadi US$ 216,1 miliar di tahun 2028.
Melansir InsuranceAsia, Senin (20/5/2024), usai mengalami perlambatan pada 2023, industri ini diperkirakan akan kembali mendapatkan momentumnya mulai tahun ini, didorong oleh peningkatan permintaan terhadap produk asuransi jiwa tradisional.
Analis Asuransi GlobalData, Aarti Sharma mengungkapkan, seiring dengan inflasi India yang bertahan diatas target 4%, kondisi suku bunga yang relatif tinggi berada di level 6,5% juga diperkirakan tidak akan berubah sepanjang 2024.
“Suku bunga yang lebih tinggi ini dikombinasikan dengan prospek ekonomi yang positif, akan mendukung pengenalan kebijakan baru dan mendorong permintaan akan produk tradisional,” ujarnya.
Baca Juga
Peraturan baru yang mendorong inklusivitas dan kemajuan dalam insurance technology (insurtech), lanjut Sharma, diharapkan dapat memfasilitasi pengenalan produk baru dan memperluas cakupan asuransi.
“Produk asuransi tradisional diperkirakan akan mendominasi, menyumbang 87,5% dari total GWP asuransi jiwa pada 2024, dengan memanfaatkan suku bunga yang lebih tinggi dan menawarkan hasil investasi yang lebh baik,” katanya.
Di sisi bersamaan, The Insurance Regulatory and Development authority of India (IRDAI) atau Otoritas Regulasi dan Pengembangan Asuransi India telah mengeluarkan pedoman untuk memperluas cakupan asuransi di daerah pedesaan untuk menggenjot inklusinya.
“Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan serapan asuransi jiwa di pedesaan dan berlaku mulai 1 April 2024.Digitalisasi dan kemajuan dalam insurtech diharapkan dapat memudahkan akses asuransi dan lebih mendukung pertumbuhan industri,” jelas Sharma.

