Asuransi Astra Ungkap Kinerja Produk Asuransi Perjalanan Tetap Positif, Premi Capai Rp 750 Juta per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) menyebut kinerja produk asuransi perjalanan Garda Trip menunjukkan tren positif. Produk tersebut mencatatkan premi sekitar Rp 500 juta hingga Rp 750 juta per tahun.
Menurut Technical & Operation Director Asuransi Astra Mulia K.B Siregar, kinerja Garda Trip masih menunjukkan perkembangan positif di tengah berbagai risiko yang dapat mengganggu perjalanan masyarakat, termasuk akibat erupsi gunung berapi yang berpotensi menyebabkan penundaan maupun pembatalan perjalanan.
“Untuk Garda Trip, itu size premi kita setahun itu kira-kira sekitar Rp 500 sampai Rp 750 juta setahun,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Konferensi Pers bertajuk ‘Transformation Beyond the Screen: Tujuh Dekade Asuransi Astra’, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga
Asuransi Astra Targetkan 80% Proses Klaim Dilakukan Otomatis dengan AI
Mulia mengatakan, kejadian seperti erupsi gunung berapi sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dasar perlindungan asuransi perjalanan. Dalam polis asuransi terdapat sejumlah pengecualian, salah satunya terkait pembelian polis ketika suatu risiko atau kerugian sudah dapat diperkirakan terjadi.
“Kalau pembelian dilakukan pada saat sebuah kerugian sudah dapat diperkirakan terjadi, maka polisnya tidak bertanggung jawab atas kerugian tersebut,” katanya.
Mulia mencontohkan, ketika erupsi sudah terjadi dan pembatalan atau penundaan perjalanan menjadi sesuatu yang pasti, kondisi tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai risiko yang dapat diasuransikan.
“Risiko itu probability-nya antara 0 dan 1. Kalau dia sudah 1 probability-nya, itu bukan lagi risiko, itu adalah suatu kepastian. Kalau erupsi sudah terjadi, ya sudah bukan risiko erupsi lagi,” ucapnya.
Dalam produk Garda Trip, lanjut Mulia, perlindungan tidak hanya mencakup risiko penundaan atau pembatalan perjalanan. Produk tersebut juga memberikan perlindungan terhadap biaya medis apabila tertanggung mengalami sakit atau kecelakaan selama perjalanan.
“Jadi asuransi asuransi Garda Trip atau perjalanan itu baik mencakup delay atau cancellation ataupun medical cost karena kesehatan atau karena accident. Delay cancellation-nya itu basically kalau sudah pasti itu tidak akan di-cover, dan di cek untuk proses asuransi perjalanan lainnya pun itu berlaku standar,” ujarnya.
“Untuk Risiko medical cost-nya itu tetap ter-cover,” sambung Mulia.
Ia menambahkan, prinsip tersebut bukan hanya berlaku pada produk asuransi perjalanan di Asuransi Astra, melainkan merupakan praktik yang umum dalam industri asuransi secara global.
Baca Juga
Rayakan HUT Ke-70, Asuransi Astra Gelar Undian Berhadiah Toyota Veloz Hybrid
Mulia mencontohkan kondisi di Selat Hormuz. Ketika risiko perang telah terjadi, perlindungan terhadap pembatalan akibat perang dapat terdampak. Sementara itu, jika risiko perang kembali hendak diasuransikan setelah kejadian berlangsung, tarif perlindungannya dapat meningkat signifikan.
“Jadi ini adalah prinsip yang berlaku di dunia asuransi,” katanya.
Meski begitu, Asuransi Astra memastikan tetap optimistis terhadap prospek asuransi perjalanan Garda Trip. Di sisi lain, perusahaan juga melakukan penyesuaian terhadap titik-titik keberangkatan yang memiliki risiko tinggi bagi bisnis asuransi perjalanan.
“Kita tetap menjual Garda Trip dan kita menyesuaikan titik-titik berangkatnya dengan erupsi yang terjadi untuk mencegah timbulnya dispute di kemudian hari,” ucap Mulia.
