Simak Prospek dan Target Harga Saham Pertamina Geothermal (PGEO)
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik melalui pengoperasian Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 MW diharapkan menjadi faktor pendongkrak kinerja keungan dan saham perseroan tahun ini.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 ditargetkan beroperasi akhir tahun ini dengan kapasitas sebanyak 55 MW. Berdasarkan data, seluruh infrastruktur proyek ini telah hampir tuntas, seperti pipanisasi, pembangkitan listrik, dan transmisi koneksi. Dengan demikian test pembangkitan bisa dilaksanakan Desember tahun ini dan beroperasi pada Januari 2025.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Akan Akuisisi Aset Panas Bumi di Kenya dan Turki
Terkait kinerja keuangan PGEO, Analis Sinarmas Sekuritas Inav Harian Chandra mengatakan, laba bersih diperkirakan meningkat menjadi US$ 176 juta, dibandingkan perolehan tahun lalu US$ 164 juta. Sedangkan pendapatan perseroan diprediksi meningkat menjadi US$ 415 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 406 juta.
Tahun ini, terang Inav, perseroan akan menghadapi peningkatan biaya operasional. Sedangkan tingkat produksi tahun ini diperkirakan hampir sama dengan realisasi tahun 2023. Begitu juga dengan EBITDA diproyeksikan datar.
Baca Juga
Saham Melesat 12 Kali Lipat, Manajemen Barito Renewables (BREN) Ungkap Faktor Ini
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham PGEO dengan target harga Rp 1.600 untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan target harga untuk 12 bulan ke depan Rp 1.900.
Grafik Saham PGEO

