Laba Lampaui Target, Begini Prospek Saham Pertamina Geothermal (PGEO)
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi laba bersih PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) sepanjang tahun lalu melampaui target Mandiri Sekuritas dan konsensus analis. Peningkatan tersebut didukung kenaikan pendapatan bunga yang lebih tinggi bersamaan dengan penurunan belanja.
“Kami memperkirakan pendapatan bunga akan kembali normal tahun ini, seiring dengan rencana perseroan membelanjakan dana perolehan IPO saham. Dana tersebut digunakan untuk ekspansi,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Baca Juga
PGEO mencatat lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 28,48% menjadi US$ 163,57 juta sepanjang 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 127,31 juta.
Berdasarkan laporan keuangan audited disebutkan, kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang tercatat sebesar 5,23% secara year on year (yoy) menjadi US$ 406,28 juta di tahun 2023, dibanding US$ 386,06 juta tahun buku 2022. Sedangkan posisi EBITDA tercatat mencapai US$ 240,96, naik dari angka US$ 194,76 juta di tahun 2022.
Baca Juga
Terkait kinerja keuangan perseroan tahun 2023, Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa realisai laba tersebut setara dengan 110,8% dari perkiraan Mandiri Sekuritas dan mencapai 108,3% dari perkiraan konsensus analis.
“Realisasi tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi netral dengan target harga Rp 1.300 per saham,” terangnya.

