Usai Laba 2023 Melesat, Pertamina Geothermal (PGEO) Buka-bukaan Target Dividen
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan membagikan dividen tahun buku 2023, seiring dengan perolehan laba bersih tahun lalu. Namun menajemen belum bersedia mengungkapkan rasionya.
Hanya saja berdasarkan prospektus IPO saham perseroan tahun lalu disebutkan bahwa, PGEO berencana untuk mengusulkan pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang saham dengan rasio dividen maksimal 50% dari laba bersih.
Baca Juga
Laba Lampaui Target, Begini Prospek Saham Pertamina Geothermal (PGEO)
Tahun lalu, PGEO berhasil mencetak lonjakan laba bersih sebanyak 28,47% menjadi US$ 163,59 juta atau sekitar Rp 2,53 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 127,32 juta.
Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio mengatakan, dengan raihan laba tersebut, PGEO memutuskan untuk membagikan dividen tahun ini. “Untuk pembagian dividen tahun ini ada berdasarkan performance tahun lalu. Namun, untuk approval sampai level berapa, ini akan diskusikan secara internal dan juga dengan para pemegang saham,” terangnya dalam acara Media Briefing Capaian Finansial 2023 dan Rencana Pengembangan Bisnis 2024 PGEO, Kamis (14/3/2024).
Baca Juga
Ekspansi, Pertamina Geothermal (PGEO) Gandeng Perusahaan Panas Bumi Turki
Tahun lalu, PGEO mencatatkan pendapatan sebesar US$ 406,29 juta atau sekitar Rp 6,33 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 5% year on year (YoY) dari tahun 2022 senilai US$ 386 juta.
Rio mengatkan, kontribusi utama peningkatan pendapatan berasal dari lima wilayah kerja PGEO. Yaitu area Kamojang menyumbang US$ 151,51 juta, Ulubelu US$ 120,18 juta, Lahendong US$ 83,88 juta, Lumut Balai US$ 41,32 juta, dan Karaha US$ 9,38 juta. “Pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang dua faktor, yaitu kenaikan harga jual, tapi sebagian besar berasal dari produksi,” katanya.

