Pertamina Geothermal (PGEO) Naikkan Rasio Dividen Tahun Buku 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membocorkan kisi-kisi dividen tahun buku 2023 lebih besar, dibandingkan tahun buku 2022. Dividend payout ratio akan dinaikkan, dibandingkan tahun buku sebelumnya.
Tahun lalu, PGEO menetapkan total dividen tahun buku 2022 senilai US$ 100 juta. Angka tersebut setara dengan sebesar 78,54% dari total laba tahun buku 2022 mencapai US$ 127,32%.
Baca Juga
PGEO Cetak Laba Bersih US$ 47,49 Juta, Lampaui Target Kuartal I-2024
Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio mengatakan, tahun lalu, PGEO membagi dividen dua kali pre-IPO dan post-IPO. Pembagian dividen pre-IPO sebagai dividen normal sebelum IPO, pemegang saham ingin monetisasi, kemudian terdapat dividen setelah post-IPO. "Intinya, kita ingin menaikkan rasio dividen tahun buku 2023," ujar Rio dalam acara Media Briefing Kinerja Keuangan Kuartal I-2024, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (8/5/2024).
Sebagai informasi, PGEO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa 28 Mei 2024. Salah satu agendanya adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan tahun 2023.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Siapkan Belanja Modal Rp 8,5 Triliun, Ini Alokasinya
Tahun 2023, PGEO berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 28,47% menjadi US$ 163,59 juta atau sekitar Rp 2,53 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 127,32 juta.
Dengan raihan laba tersebut, PGEO memutuskan untuk membagikan dividen tahun ini. “Untuk pembagian dividen tahun ini ada berdasarkan performance tahun lalu. Namun, untuk approval sampai level berapa, ini akan diskusikan secara internal dan juga dengan para pemegang saham,” imbuhnya.
Grafik Saham PGEO Ytd

