Saham Melesat 164%, Jaya Agra (JAWA) Ungkap Manfaat Konversi Utang Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)berhasil melesat sebanyak 164,70% sepanjang Oktober 2023. Lompatan harga bermula setelah penguman rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).
Aksi ini bertujuan untuk mengonversi utang senilai Rp 1,24 triliun menjadi 12,45 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Jumlah saham yang dikonversi setara dengan 76,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Baca Juga
Transaksi Saham Jaya Agra (JAWA) Dibuka Lagi, Pantau Pergerakan Harganya
Dalam prospektusnya disebutkan konversi ini akan membuat total utang perseroan berkurang drastis sebanyak 34,89% dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 2,32 triliun. Sedangkan total ekuitas akan melesat dari Rp 73,52 miliar menjadi Rp 1,31 triliun.
Utang yang dikonversi merupakan pinjaman yang diterima dari PT Sarana Agro Investama, yaitu fasilitas pinjaman I senilai Rp 245,82 miliar tahun 2018 dan fasiltias II mencapai Rp 1 triliun yang diterima tahun 2020.
Perseroan menambahkan penguatan modal bersamaan dengan penurunan liabilitas bakal membuat rasio utang terhadap modal perseroan membaik. Hal ini akan membuat perseroan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan dan lainnya, sehingga akhirnya menaikkan nilai bagi pemegang saham perseroan.
Baca Juga
Jaya Agra (JAWA) juga menyebutkan konversi utang menjadi saham tersebut akan membuat rasio utang terhadap modal turun drastic dari 48,56 menjadi 1,76. Sedangkan rasio utang terhadap aset juga turun dari 0,98 menjadi 0,64.
Terkait dampak konvesi utang terhadap struktur kepemilikan saham disebutkan bahwa kepemilikan PT Sarana Agro Investama akan bertambah dari 80% menjadi 95,349%. Sedangkan kepemilikan publik akan berkurang drastic dari 19,99% menjadi hanya 4,65% saham JAWA.
Manajemen perseroan mengungkapkan bawah aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) yang bakal dilaksanakan pada 23 Oktober 2023.
Lompatan Harga
Berdasarkan data BEI, saham JAWA telah melesat dari level Rp 68 menjadi Rp 180 sepanjang Otober 2023 berjalan atau telah terjadi peningkatan sebesar 164,70% hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/10/2023).
Baca Juga
Lompatan harga tersebut sempat mendorong BEIuntuk menghentikan sementara transaksi saham JAWA pada 10 Oktober 2023.
Secara keuangan, JAWA mencatatkan peningkatan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 89,38 miliar menjadi Rp 172,60 miliar. Penurunan sejalan dengan pelemahan pendapatan dari Rp 536,58 miliar menjadi Rp 446,72 miliar hingga akhir Juni 2023.

